Kategory
Info Daerah,
23-02-2026 13:29:44
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud memimpin rapat morning briefing di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026), membahas perkembangan anggaran dan penyaluran Program Gratispol Pendidikan 2026. (Istimewa)
Samarinda, SISIKOTA.COM - Di tengah penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur dari Rp21,74 triliun pada 2025 menjadi Rp15,15 triliun pada 2026, Pemprov Kaltim tetap mengalokasikan Rp1,377 triliun untuk Program Gratispol Pendidikan tahun ini.
Program tersebut ditargetkan menjangkau 158.981 penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan tinggi.
Namun hingga akhir Februari 2026, realisasi yang dipastikan cair baru mencapai 21.128 mahasiswa atau sekitar 13,3 persen dari total target. Dana yang telah disalurkan untuk mahasiswa semester 2 tersebut tercatat sebesar Rp103,14 miliar.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyatakan program beasiswa tetap berjalan meski terjadi penurunan anggaran daerah akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD).
“APBD semua daerah di Indonesia turun, tetapi kami tetap memberikan beasiswa Gratispol,” ujarnya dalam morning briefing di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026).
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltim Dasmiah melaporkan mahasiswa semester 4, 6, dan 8 masih dalam proses verifikasi dan validasi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Saat ini, penerima dalam daerah yang sedang diverifikasi berjumlah 79.850 orang, sedangkan penerima luar daerah yang mengajukan permohonan sebanyak 12.857 orang. Total 92.707 mahasiswa masih menunggu hasil verifikasi.
Pemprov Kaltim menyebut bantuan Gratispol difokuskan pada pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) untuk fakultas umum. Untuk fakultas berbiaya tinggi seperti Kedokteran, dilakukan perhitungan tersendiri.
Hingga kini, pemerintah daerah belum merinci jumlah mahasiswa yang tidak lolos verifikasi atau gugur karena kriteria tertentu. Dengan target hampir 159 ribu penerima dan realisasi yang masih berada di kisaran 13 persen, perkembangan program ini akan bergantung pada hasil verifikasi serta tahapan penyaluran berikutnya sepanjang 2026. (*)
Tags:
gratispol
19 jam yang lalu
19 jam yang lalu
22 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu