Arbizz Space dan KukarGO Diluncurkan, Pemkab Kukar Perkuat Ekosistem UMKM

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama Forkopimda dan jajaran OPD meresmikan Arbizz Space sekaligus meluncurkan KukarGO di kawasan Taman Pujasera Tenggarong, Sabtu (3/10/2026). (Harry/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara resmi meluncurkan Arbizz Space dan KukarGO di kawasan Taman Pujasera Tenggarong, Sabtu malam (3/10/2026).

Dua fasilitas tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem UMKM Kukar melalui ruang usaha fisik sekaligus etalase digital bagi pelaku usaha lokal. Peluncuran Arbizz Space dan KukarGO pada 3 Oktober juga tercatat dalam pemberitaan lain pada hari berikutnya.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan Arbizz Space disiapkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM di berbagai kecamatan.

“Alhamdulillah tenant yang kita siapkan di sini sebanyak 58 tenant sudah penuh semua,” kata Aulia.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar Muhammad Reza menjelaskan seluruh 58 tenant telah memiliki kontrak, tetapi belum semuanya beroperasi.

Menurut dia, 54 tenant telah menjalankan usaha, sedangkan empat tenant lainnya masih dalam proses rehabilitasi.

Arbizz Space sendiri telah mulai beroperasi secara bertahap sebelum peluncuran resmi. Sejak September, Pemkab mencatat sejumlah tenant bagian depan sudah beroperasi sementara tenant kontainer dibuka secara bertahap.

Pelaku usaha yang mengisi kawasan tersebut seluruhnya merupakan UMKM lokal Kukar. Mereka tidak hanya berasal dari Tenggarong, tetapi juga kecamatan lain, termasuk Kembang Janggut.

Aulia berharap Arbizz Space berkembang menjadi ruang aktivitas masyarakat yang menggabungkan kegiatan rekreasi, budaya, dan bisnis.

“Kita berharap Arbizz Space ini betul-betul menjadi space untuk hub-nya orang, hub-nya warga masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Konsep tersebut sejalan dengan penjelasan Pemkab yang menyebut Arbizz Space sebagai ruang publik yang menggabungkan aktivitas, rekreasi, budaya, dan bisnis.

Pemkab juga menyiapkan panggung di kawasan tersebut untuk menampung pertunjukan seni, budaya, maupun kegiatan masyarakat lainnya.

Bersamaan dengan Arbizz Space, Pemkab Kukar meluncurkan KukarGO sebagai etalase digital UMKM.

KukarGO dikembangkan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar dan melibatkan sejumlah OPD pembina UMKM, di antaranya Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dispora, serta Disnaker.

Aplikasi tersebut memungkinkan masyarakat melihat produk maupun profil UMKM yang terdaftar. KukarGO juga telah tersedia di Google Play sebagai aplikasi untuk menemukan produk dan usaha lokal Kukar.

Aulia menegaskan pelaku usaha tidak dikenakan potongan transaksi oleh pemerintah melalui KukarGO.

“Yang pasti KukarGO ini gratis. Tidak ada potongan kepada para penjual,” katanya.

Pada tahap saat ini, KukarGO terutama berfungsi sebagai etalase digital. Transaksi belum sepenuhnya berlangsung di dalam aplikasi dan konsumen masih diarahkan berhubungan langsung dengan penjual melalui kontak yang tersedia, termasuk WhatsApp.

Karena itu, Pemkab berencana mengembangkan fitur transaksi dan sistem pembayaran yang lebih terintegrasi.

“Kita berharap ke depan kita bisa sempurnakan hub-nya, kita punya aplikasi sendiri. Dan untuk payment-nya, kita punya platform sendiri juga,” kata Aulia.

Dalam konteks pernyataan tersebut, pengembangan yang dimaksud lebih tepat dipahami sebagai penyempurnaan ekosistem KukarGO dan sistem transaksi terintegrasi, karena aplikasi KukarGO sendiri telah tersedia.

Aulia mengatakan Pemkab juga telah membuka komunikasi dengan Bankaltimtara untuk kemungkinan kerja sama dalam pengembangan sistem pembayaran KukarGO.

“Tadi kami sudah menyampaikan kepada Bankaltimtara, semoga Bankaltimtara bisa bekerja sama dengan kami untuk mengembangkan payment untuk KukarGO ini sendiri,” ujarnya. Pernyataan itu juga tercatat dalam laporan peluncuran KukarGO.

Untuk tenant Arbizz Space, Reza mengatakan tarif sewa berbeda sesuai tipe ruang. Tenant kontainer di area belakang, misalnya, diperkirakan sekitar Rp750 ribu per bulan dengan pilihan pembayaran yang lebih fleksibel.

Pengelolaan kawasan dilakukan bersama pihak ketiga yang tidak hanya bertugas mengelola tenant, tetapi juga mendorong kegiatan dan event agar kawasan tetap aktif.

“Kalau kami di Dinas Koperasi dan UKM sendiri, untuk menyewakan saja bisa. Tapi untuk mengadakan event dan sebagainya ini butuh biaya. Kalau langsung dikelola pihak ketiga, ini juga menjadi efisiensi bagi kita,” kata Reza.

Dengan pola tersebut, Pemkab Kukar menempatkan Arbizz Space sebagai ruang fisik aktivitas UMKM, sementara KukarGO menjadi jalur digital untuk memperluas promosi produk lokal. (rry/bby/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

Arbizz Space