Kategory
Info Daerah,
15-07-2025 11:57:54
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memanen sayuran bersama petani PPS Swadaya Mandiri saat kunjungan ke Kelurahan Maluhu, Tenggarong, Rabu (9/7/2025). (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Pagi itu, di bawah naungan jaring paranet yang meredam teriknya matahari, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri berjalan menyusuri bedengan sayur milik kelompok Petani Penanam Sayur (PPS) Swadaya Mandiri di RT 07 Kelurahan Maluhu, Tenggarong. Senyum lebar para petani menyambut kedatangannya, sementara di tangannya, Aulia memegang seikat sayuran segar hasil panen. Kunjungan pada Rabu (9/7/2025) ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah terhadap sektor pertanian.
Dalam kunjungannya, Aulia menyerahkan bantuan sarana produksi yang mencakup 625 kilogram benih padi, bio pestisida, handtraktor rotary, serta 15 ribu batang turus penyangga tanaman. Penyerahan dilakukan secara simbolis di hadapan petani, disaksikan Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, Camat Tenggarong Sukono, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Muhammad Taufik, Kepala Dinas Perikanan Muslik, dan Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro.
“Kami ingin ke depan muncul petani-petani muda yang mampu mengelola pertanian dengan cara modern dan berkelanjutan di Kutai Kartanegara,” ujar Aulia di hadapan para petani. Ia juga secara pribadi berjanji akan memberikan kendaraan viar untuk mempermudah pengangkutan hasil panen kelompok PPS Swadaya Mandiri.
Tak hanya fokus pada bantuan fisik, Aulia menyoroti persoalan mendasar yang dihadapi petani Maluhu, yakni ketersediaan air. Untuk itu, ia memprioritaskan pengadaan sumur bor bertenaga solar cell sebagai solusi jangka panjang. “Pemerintah daerah memprioritaskan tiga hal: mempertahankan kondisi pertanian yang sudah ada, membuka lahan baru, dan mencetak generasi baru petani, khususnya dari kalangan anak muda. Rumusnya sederhana, bangga menjadi petani. Kalau petani sejahtera, anak muda pasti mau terjun ke pertanian,” tegasnya.
Isu lain yang mencuat adalah keluhan petani soal serangan monyet yang merusak tanaman. Aulia menolak penggunaan metode represif untuk mengusir hama tersebut, dan berjanji akan mencari solusi yang lebih bijak bersama dinas terkait. “Kalau langkah represif, saya kira bukan opsi bijak. Kita akan carikan alternatif supaya tidak menimbulkan masalah baru,” jelasnya.
Ketua Gapoktan Maluhu, Abdul Mukid, turut menyampaikan permohonan bantuan kendaraan angkut panen melalui proposal resmi. Aulia memastikan permohonan itu akan segera ditindaklanjuti. Dengan rangkaian dukungan ini, ia berharap pertanian di Maluhu dapat menjadi percontohan pengelolaan modern yang berhasil meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. (nur/adv)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
kecamatan tenggarong
kelurahan maluhu
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu