Kategory
Info Daerah,
23-10-2026 19:14:10
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memberikan keterangan mengenai keberlanjutan Gerakan Etam Mengaji dan persiapan Kukar menghadapi MTQH tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (23/10/2026). (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan Gerakan Etam Mengaji Al-Qur'an (GEMA) tetap berlanjut sebagai bagian dari pembinaan karakter aparatur. Program tersebut juga diharapkan ikut memperkuat pembinaan sumber daya manusia menjelang MTQH ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan digelar di Kukar pada Desember 2026.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan GEMA merupakan program yang telah berjalan cukup lama dan perlu terus dijaga keberlangsungannya.
“GEMA merupakan gerakan yang sangat baik dan sudah berjalan cukup lama di Kabupaten Kutai Kartanegara. Ini harus kita kawal keberlangsungannya karena merupakan salah satu cara untuk menjaga karakter dan membangun watak para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Aulia di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (23/10/2026).
GEMA telah menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan di lingkungan Pemkab Kukar. Pelaksanaannya antara lain diarahkan untuk membiasakan ASN Muslim membaca dan memahami Al-Qur'an dalam lingkungan kerja.
Program Baik Diminta Tetap Berlanjut
Aulia mengatakan sejumlah pola pembinaan keagamaan sebelumnya juga pernah diterapkan kepada pegawai pemerintah.
Dalam proses pengambilan maupun perpanjangan surat keputusan bagi PPPK, misalnya, kemampuan membaca kitab suci pernah menjadi salah satu bagian pembinaan sesuai agama masing-masing.
Menurutnya, hal-hal baik yang telah dijalankan pada periode pemerintahan sebelumnya perlu dipertahankan jika masih memberikan manfaat.
Keberlanjutan tersebut, kata Aulia, menjadi tanggung jawab pemerintahan saat ini agar pergantian kepemimpinan tidak serta-merta menghentikan program yang dinilai baik.
Target Rebut Kembali Juara Umum
Selain mempertahankan GEMA, Aulia juga membidik kembalinya gelar juara umum MTQH tingkat Provinsi Kalimantan Timur ke Kukar.
Kukar sebelumnya mencatat enam gelar juara umum secara berturut-turut. Rentetan tersebut terhenti pada MTQ ke-45 tingkat Provinsi Kaltim di Kutai Timur pada 2025.
“Kemarin kita menjadi juara MTQ enam kali berturut-turut. Namun, kemarin kita stagnan di Kutai Timur. Insyaallah, pada pelaksanaan MTQ di Kabupaten Kutai Kartanegara yang akan dilaksanakan Desember nanti, kita kembali siap menjadi juara umum MTQ tingkat provinsi,” tegas Aulia.
Pada pelaksanaan MTQ ke-45 tersebut, Kutai Timur keluar sebagai juara umum, sedangkan Kukar berada di posisi kedua.
Tahun ini, Kukar menjadi tuan rumah MTQH ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Persiapan penyelenggaraan telah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya dengan Tenggarong sebagai pusat kegiatan.
Aulia berharap posisi sebagai tuan rumah dapat dibarengi dengan kesiapan kafilah Kukar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara umum.
Bagi Pemkab Kukar, pembinaan keagamaan melalui GEMA dan persiapan menghadapi MTQH menjadi dua agenda yang sama-sama diarahkan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan. (rry/bby/adv)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
21 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
21-10-2026 22:12:47