Kategory
Info Daerah,
22-09-2026 14:50:15
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyerahkan bantuan sarana dan logistik kepada relawan penanganan karhutla di Tenggarong, Senin (21/9/2026). (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Pemerintah Kecamatan Tenggarong menetapkan Barisan Sukarelawan Kebakaran dan Bencana (Balakacarna) di Kelurahan Baru sebagai salah satu posko penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Relawan di posko tersebut menerima bantuan tenda, obat-obatan, masker, sembako, dan alat pelindung diri (APD).
Posko itu menjadi titik koordinasi penanganan karhutla di wilayah Kecamatan Tenggarong. Bantuan ditujukan untuk menunjang kebutuhan relawan selama melakukan pemadaman dan penanganan kebakaran di lapangan.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengatakan Balakacarna memiliki sumber daya yang dinilai cukup kuat untuk mendukung penanganan karhutla.
“Kita meninjau dan memberikan bantuan bersama-sama dengan Karang Taruna untuk Balakacarna di Kelurahan Baru. Balakacarna ini merupakan salah satu Balakar yang lengkap dan memiliki resource atau sumber daya yang cukup kuat,” kata Aulia saat diwawancarai di Tenggarong, Senin (21/9/2026).
Menurut Aulia, penetapan Balakacarna sebagai posko dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Tenggarong.
“Di sini sudah ditetapkan oleh Kecamatan Tenggarong sebagai pusat atau posko penanganan karhutla Kecamatan Tenggarong,” ujarnya.
Aulia menyebut bantuan untuk relawan disalurkan melalui jaringan Karang Taruna tingkat provinsi dan pusat. Bantuan tersebut meliputi sarana penunjang pemadaman serta kebutuhan kesehatan dan konsumsi relawan.
“Nah, dari Karang Taruna melalui Karang Taruna Provinsi, Karang Taruna Pusat, Bapak Budisatrio Djiwandono sudah menyalurkan beberapa bantuan, tenda dan beberapa obat-obatan, bahan makanan untuk kawan-kawan relawan yang aktif dalam proses pemadaman api dalam penanganan karhutla di Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Selain menambah peralatan dan logistik, dukungan tersebut diarahkan untuk menjaga kesiapan relawan. Aulia menilai kondisi fisik petugas perlu diperhatikan karena mereka dapat dibutuhkan sewaktu-waktu ketika kebakaran terjadi.
Ia juga mendorong pemerintah, organisasi sosial, relawan, dan unsur masyarakat menggabungkan sumber daya untuk memperkuat pencegahan serta penanganan karhutla.
“Ketua Karang Taruna di Provinsi, Pak Hendra, juga menyampaikan pesan dari Pak Budisatrio untuk kita bersama-sama menyatukan potensi yang ada di tempat kita, untuk bersama-sama bagaimana proses pencegahan terhadap karhutla, penanganan terhadap karhutla ketika sudah terjadi,” katanya.
Aulia berharap relawan tetap menjaga kesehatan dan kesiapsiagaan selama ancaman karhutla masih berlangsung.
“Dan bagaimana caranya kita menjaga relawan-relawan kita ini tetap fit, tetap bugar, tetap selalu siap siaga ketika bencana itu datang,” pungkasnya. (rry/bby/adv)
Tags:
karhutla
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu