Banjir Kiriman dari Tabang Melanda 11 Desa di Kembang Janggut

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama unsur Forkopimda meninjau permukiman warga yang terendam banjir di Kecamatan Kembang Janggut, Jumat (16/1). (Istimewa)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Banjir yang telah berlangsung selama empat hari melanda 11 desa di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, akibat luapan air kiriman dari Kecamatan Tabang yang dipicu hujan dan pasang Sungai Mahakam. Meski tidak seluruh permukiman terdampak, kondisi ini mendorong pemerintah daerah turun langsung memastikan penanganan dan bantuan bagi warga tetap berjalan.

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau sejumlah titik permukiman yang tergenang banjir, sekaligus menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga terdampak, Jumat (16/1). Peninjauan dilakukan di Desa Genting Tanah, Loh Sakoh, dan Hambau.

Di Desa Genting Tanah, tepatnya di RT 01, bupati dan rombongan berjalan kaki menyusuri permukiman yang tergenang air untuk berdialog langsung dengan warga serta melihat kondisi rumah yang terdampak banjir. Bantuan yang diserahkan meliputi bahan pangan, perlengkapan kebutuhan sehari-hari, serta kebutuhan lain yang dibutuhkan warga selama masa banjir.

Camat Kembang Janggut Suhartono menjelaskan, banjir di wilayahnya merupakan kejadian yang hampir rutin terjadi setiap tahun, khususnya pada Januari hingga Maret. Menurutnya, banjir kali ini melanda 11 desa, namun dampaknya tidak merata. Di tiap desa, jumlah rumah yang terdampak berkisar antara dua hingga tiga unit, sementara sebagian besar warga masih dapat beraktivitas seperti biasa.

Ia menyebut banjir tersebut merupakan banjir kiriman dari Kecamatan Tabang. Ketika wilayah Tabang mengalami hujan dengan intensitas tinggi dan pasang air, dampaknya akan dirasakan di Kembang Janggut hingga beberapa kecamatan lain di hulu Sungai Mahakam.

“Banjir di wilayah pedalaman Mahakam tidak selalu dipandang sebagai bencana. Saat air mulai surut, warga justru bisa menangkap berbagai jenis ikan yang melimpah dan memperoleh tambahan penghasilan,” kata Suhartono.

Setelah melaksanakan Salat Jumat, bupati bersama Forkopimda kembali menyerahkan bantuan sembako dan bahan pangan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Polres Kukar, Kodim 0906, anggota DPRD Kukar, Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Kukar, serta sejumlah dermawan.

“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan warga tidak menghadapi kondisi ini sendiri. Penanganan darurat dan bantuan kemanusiaan akan terus dilakukan hingga kondisi kembali normal,” ujar Aulia Rahman Basri.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara saat ini masih melakukan pemantauan perkembangan banjir di Kecamatan Kembang Janggut dan wilayah lain yang berpotensi terdampak, seiring perubahan debit air Sungai Mahakam. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

aulia rahman basri

banjir kiriman

Bupati Kukar

bupati kutai kartanegara

Kembang Janggut