Banyak Banget, 842.378 Orang Sarjana Indonesia Menganggur

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Nasional

Ilustrasi Sarjana Menganggur.(Sumber : Istimewa/Merah Putih)


SISIKOTA.COM- Badan Pusat Statistik(BPS) merilis per Agustus 2024, Sarjana Indonesia yang belum miliki pekerjaan lumayan banyak mencapai ratusan ribu orang. Berbagai penyebab sarjana indonesia banyak menganggur.

Data yang dipublis BPS pengangguran sarjana sebanyak 842.378 orang, jika dibandingkan dengan Agustus 2020 jumlah pengangguran mencapai 981.203 orang, alami penurunan sebanyak 138.824 orang.

Membludaknya pengangguran di 2020, karena pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia, dalam perjalanan kurun waktu empat tahun, beberapa perusahaan mulai normal, dan merekrut kembali para pekerja kalangan sarjana. Selain itu, berbagai pelatihan kerja dan wirausaha terus bermunculan, memberikan pembekalan bagi calon pekerja.

Penyebab sarjana indonesia banyak menganggur, karena lulusan perguruan tinggi, tidak sesuai dengan kebutuhan pangsa pasar kerja. Serta penyesuaian pengembangan teknologi 4.0.

Selain itu, Strategi pemerintah dan institusi pendidikan dalam hal mengurangi sarjana menganggur belum dominan. Pekerjaan formal dan non formal juga banyak dikuasai lulusan SMA/SMK. Faktor lainnya, sarjana hanya simbol pendidikan bukan simbol pekerja layak pakai.

Untuk di Kaltim, tingkat pengangguran terbuka(TPT) sebesar 5,14 persen dari total penduduk Kaltim sebanyak 4,05 juta jiwa. Dari TPT sebanyak 5,09 persen merupakan pengangguran lulusan Diploma dan Sarjana. 

Publik atas nama Josua Yuliando menilai, banyaknya sarjana indonesia menganggur, ada pada aspek supply dan demand. Supply persediaan sarjana semakin banyak, karena perizinan mendirikan PT makin mudah, sehingga lulusan sarjana dari kampus tersebut tidak kompeten.

Sedangkan faktor demand, permintaan sumber daya manusia(SDM) level sarjana juga sedikit. Karena perusahaan di indonesia, adalah perusahaan kecil, yang tidak membutuhkan banyak tenaga kerja. Untuk pengembangan perusahaan juga sangat berat, karena pajak yang diberlakukan terbilang tinggi. Tugas pemerintah indonesia menyelaraskan antara supply dan demand tersebut.(SK-R)

Iklan sisikota.com

Tags:

Indonesia