Kategory
Info Daerah,
31-12-2025 11:09:57
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan kawasan peribadatan terpadu di KIPP Ibu Kota Nusantara, didampingi Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Selasa (30/12). (Istimewa)
Nusantara, SISIKOTA.COM - Ibu Kota Nusantara tidak hanya dirancang sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga diposisikan sebagai simbol kebhinekaan Indonesia. Hal itu tercermin dari hampir rampungnya kawasan peribadatan terpadu di IKN, termasuk Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius yang ditargetkan menjadi basilika pertama di Indonesia.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau kawasan tersebut di Kalimantan Timur, Selasa (30/12), sekaligus melihat Plaza Kerukunan yang dirancang sebagai ruang bersama lintas umat beragama. Kawasan ini disiapkan sebagai bagian dari upaya memastikan pembangunan IKN berjalan seimbang antara fungsi pemerintahan, sosial, dan nilai kebangsaan.
Peninjauan itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa IKN harus mencerminkan wajah Indonesia sebagai bangsa majemuk, menjunjung toleransi, serta menjamin ruang yang setara bagi seluruh umat beragama. Fasilitas keagamaan di IKN diproyeksikan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol persatuan nasional dan peradaban Indonesia yang berlandaskan kebhinekaan.
Salah satu elemen utama kawasan peribadatan tersebut adalah Basilika Santo Fransiskus Xaverius. Gereja ini dirancang dengan kapasitas sekitar 1.600 umat dan ditargetkan rampung pada awal 2026. Hingga akhir Desember 2025, progres pembangunan fisiknya telah mencapai 93,3 persen.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan, kawasan peribadatan di IKN dirancang secara terpadu dan saling terhubung. Selain masjid dan basilika, kawasan ini juga akan dilengkapi rumah ibadah lain seperti pura, serta monumen simbolik berbentuk segi enam yang melambangkan enam agama di Indonesia.
Seluruh fasilitas peribadatan di kawasan inti IKN ditargetkan dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan oleh umat masing-masing, seiring berfungsinya Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Di saat yang sama, IKN mulai menunjukkan daya tarik sebagai ruang publik. Selama libur Natal 2025, Otorita IKN mencatat lonjakan kunjungan masyarakat ke KIPP. Pada 25 Desember, jumlah pengunjung mencapai sekitar 37 ribu orang dengan pergerakan kendaraan lebih dari 10 ribu unit.
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw menyebut tingginya kunjungan tersebut didukung akses jalan tol langsung Balikpapan–IKN serta ketersediaan fasilitas penunjang, mulai dari layanan bus listrik gratis, rumah makan, hotel, hingga air siap minum di sejumlah titik.
Pemerintah menilai, pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada upaya menghadirkan ruang bersama yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan kawasan peribadatan terpadu dan meningkatnya kunjungan publik, IKN mulai diproyeksikan bukan sekadar pusat kekuasaan baru, melainkan etalase nilai-nilai kebangsaan Indonesia. (*)
Tags:
Gibran Rakabuming Raka
IKN
IKN Nusantara
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu