Kategory
Info Daerah,
22-09-2025 12:10:46
Prosesi adat Bepelas Malam digelar di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara sebagai bagian utama rangkaian Festival Erau 2025, Minggu (21/9/2025). (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Malam di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara berubah khidmat ketika tradisi adat Bepelas Malam digelar, Minggu (21/9/2025). Prosesi sakral ini selalu menjadi rangkaian utama Erau, menandai kesinambungan adat dari generasi ke generasi.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menyebut Bepelas Malam adalah tradisi yang tak pernah terputus sejak masa Sultan Salehuddin II hingga era kepemimpinan Sultan Muhammad Arifin saat ini.
“Bepelas Malam pertama dimulai usai pembukaan Erau. Sejak zaman Sultan Salehuddin II hingga sekarang di masa Sultan Muhammad Arifin, tradisi ini tetap dilaksanakan,” ujarnya.
Keunikan Bepelas Malam, kata Puji, terletak pada perpaduan sakralitas adat dan seni tari. Penari kraton dibawakan khusus oleh putra-putri bangsawan, sementara penari pendukung berasal dari sanggar seni seperti Cahaya Kedaton.
“Untuk tarian sakral, hanya bangsawan yang bisa menarikan. Sementara untuk pertunjukan pendukung, biasanya diisi sanggar seni,” jelasnya.
Keterlibatan masyarakat umum juga menambah warna. Bahkan, Bupati dan Wakil Bupati Kukar ikut menari dalam prosesi, menunjukkan sinergi antara adat keraton dan partisipasi publik.
“Misi kebudayaan ini adalah memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan anak-anak muda pada budaya. Karena kebudayaan itu jati diri kita sendiri,” tegas Puji.
Ia menambahkan, Kutai Kartanegara masih menyimpan banyak tradisi dari pedalaman, pesisir, hingga perkotaan yang perlu terus digali.
“Budaya harus terus digali lebih dalam lagi. Dengan kolaborasi, kita bisa menjaga dan mengembangkan kebudayaan Kutai Kartanegara,” ucapnya.
Bepelas Malam diharapkan tetap dilestarikan lintas generasi agar menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus daya tarik budaya ke tingkat nasional maupun internasional. Konsistensi pelaksanaannya setiap tahun menjadikannya bukan hanya simbol sejarah, melainkan warisan yang tetap hidup dalam denyut kehidupan masyarakat Kutai Kartanegara. (rb/adv)
Tags:
Erau
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu