Kategory
Info Daerah,
07-11-2025 10:25:49
Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin meninjau progres perbaikan jalan longsor di jalur dua Tenggarong–Samarinda yang kini mencapai 80 persen, Rabu (5/11/2025). (Istimewa)
Tenggarong Seberang, SISIKOTA.COM – Di jalur dua Tenggarong–Samarinda, tanah yang pernah ambles kini dipadati pekerja dan rangka kayu penahan beton. Deru alat berat berpadu dengan percakapan teknis para petugas di lapangan. Perbaikan terus dikejar, menyusul longsor yang sempat membuat arus lalu lintas terganggu.
Proyek ini sudah mencapai sekitar 80 persen. Namun di balik capaian itu, ada satu hal yang kerap luput dari perhatian publik: tidak semua kerusakan jalan seperti ini bisa dikategorikan sebagai bencana. Status administratif itu menentukan sumber anggaran yang digunakan untuk perbaikan.
Jika masuk kategori bencana, biayanya bisa menggunakan dana darurat. Tetapi jika tidak, maka harus diambil dari APBD, melalui proses perencanaan dan penganggaran yang jauh lebih panjang. Situasi inilah yang membuat sebagian proyek perbaikan jalan longsor di Kukar tampak berjalan lambat.
“Tidak semua jalan longsor bisa dikategorikan sebagai kebencanaan. Jadi penanganannya harus melalui APBD,” ujar Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin saat meninjau lokasi, Rabu (5/11/2025). Ia menambahkan, mekanisme itu sering menjadi kendala teknis di lapangan ketika daerah harus merespons cepat peristiwa serupa.
Kondisi tersebut terjadi di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional yang berlaku sejak Februari 2025. Pemerintah daerah, termasuk Kutai Kartanegara, diminta melakukan penghematan besar-besaran dan menunda sejumlah program hingga tahun depan.
Efisiensi ini berimbas pada banyak sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur dasar seperti jalan. Dengan ruang fiskal yang makin sempit, setiap proyek harus diseleksi ketat berdasarkan urgensi dan ketersediaan dana.
Meski begitu, progres di jalur dua Tenggarong–Samarinda menunjukkan langkah positif. Pekerjaan fisik terus berjalan, sementara pemerintah daerah berupaya mencari celah kebijakan agar penanganan longsor di masa mendatang bisa lebih cepat dan responsif.
Di pinggir jalan, papan kayu penahan tanah berdiri berlapis. Lumpur yang mengering menjadi tanda bahwa perbaikan masih berlangsung. Tak jauh dari situ, warga melintas hati-hati melewati jalur sementara — menunggu hari ketika jalan itu kembali benar-benar utuh. (*)
Tags:
Kecamatan Tenggarong Seberang
Rendi Solihin
Tenggarong Seberang
Wakil Bupati Kukar
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu