Bupati Aulia Rahman Bacakan Puisi Ahmad Dahlan di Lanjong Art Festival 2025

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Penampilan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Lanjong Art Festival 2025, Sabtu, 22 Agustus 2025. (Reza/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Empat dekade setelah Ahmad Dahlan wafat, puisinya kembali bergema di tanah yang dulu ia pimpin. Sabtu malam, 22 Agustus 2025, di panggung Lanjong Art Festival (LAF), bait-bait “Apa Yang Kau Cari, Bupati?” dilafalkan penerusnya, Aulia Rahman Basri, seakan menghadirkan percakapan lintas generasi tentang makna jabatan dan godaan kekuasaan.

Ladaya Tenggarong malam itu bukan hanya panggung seni. Sorot lampu, musik, teater, dan tarian kontemporer berpadu dengan refleksi mendalam dari puisi yang lahir di masa 1960-an. Penonton terdiam, hanyut dalam kata-kata yang menyingkap kegelisahan seorang pemimpin: di antara harapan rakyat, amanah jabatan, dan rasa tanggung jawab yang tak pernah sederhana.

Festival yang kembali hadir setelah vakum delapan tahun ini mengusung tema “Habis Barat Terbitlah Timur.” Direktur Festival Mimi Nuryanti menjelaskan, tema tersebut adalah ajakan untuk meneguhkan seni kontemporer yang kian terpinggirkan. “Barat” dan “Timur” tak sekadar arah mata angin, melainkan simbol pengalaman hidup yang kerap diliputi stigma dan ketimpangan.

Selama sepekan, LAF menghadirkan kompetisi teater, sarasehan, lokakarya, karya kolaborasi, hingga eksibisi seniman dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, Spanyol, hingga Brasil. Deretan penampilan lintas disiplin memberi ruang dialog tentang kebudayaan yang setara.

Perwakilan eksternal festival, Dedi Nala Arung, menyebut LAF sebagai ruang perjumpaan. Seniman, penonton, dan pemikir hadir bersama untuk berbagi gagasan serta merayakan keberagaman seni.

Kehadiran Bupati Aulia di Ladaya pun tidak sebatas seremoni. Ia duduk bersama seniman dan masyarakat, menyaksikan pertunjukan hingga larut. Baginya, LAF adalah angin segar bagi seni Kukar, sekaligus peluang memperkenalkan seni kontemporer agar dikenal luas dan terus hidup. “Festival ini harus menjadi ruang pendidikan dan apresiasi bagi generasi muda,” ujarnya.

Warisan Ahmad Dahlan kini hidup kembali. Namanya terpatri sebagai nama jalan di Tenggarong, tetapi puisinya menemukan panggung baru. Dalam suara penerusnya, karya itu menjadi pengingat, bahwa jabatan hanyalah jalan, bukan tujuan, dan seorang pemimpin tak pernah berdiri di atas rakyatnya, melainkan berpadu bersama mereka. (bby/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

aulia rahman basri

Bupati Kukar

bupati kutai kartanegara