Bupati Kukar Ingin Pelajar Wajib Lihat Tradisi Nutuk Beham Secara Langsung

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat membuka Festival Budaya Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kamis (23/4/2026). (Bobby/Sisikota.com)


Kota Bangun Darat, SISIKOTA.COM — Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri ingin pelajar dilibatkan untuk menyaksikan langsung tradisi Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat. Menurutnya, pengenalan budaya lokal akan lebih kuat jika generasi muda melihat sendiri proses adat yang masih hidup di tengah masyarakat.

Permintaan itu disampaikan saat membuka Festival Budaya Nutuk Beham, Kamis (23/4/2026). Aulia menilai tradisi tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari identitas masyarakat Kutai yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kami juga berharap ke depan ada keterlibatan generasi muda, termasuk pelajar, untuk melihat langsung proses Nutuk Beham agar mereka mengenal dan memahami tradisi ini,” ujarnya.

Di lokasi kegiatan, warga menampilkan rangkaian proses Nutuk Beham yang menjadi ciri khas tradisi tersebut. Padi hasil panen disangrai menggunakan tungku kayu bakar, lalu ditumbuk bersama memakai lesung dan alu hingga menjadi beras siap olah.

Suara tumbukan lesung yang bersahutan terdengar sepanjang area festival. Warga bekerja bergantian dalam suasana gotong royong yang menjadi nilai utama tradisi itu.

Aulia mengatakan Nutuk Beham memiliki makna penting dalam kehidupan masyarakat agraris karena berkaitan langsung dengan panen dan rasa syukur atas hasil bumi.

“Nutuk Beham adalah bagian dari identitas budaya kita. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap proses panjang pertanian masyarakat,” katanya.

Menurut dia, budaya lokal tidak cukup dikenalkan lewat cerita atau materi di ruang kelas. Karena itu, keterlibatan pelajar untuk datang langsung menyaksikan prosesi adat dinilai penting agar pemahaman mereka lebih kuat.

Festival Nutuk Beham juga diharapkan menjadi ruang pertemuan antara generasi tua dan muda, sehingga pengetahuan adat tidak terputus di tengah perubahan zaman.

Pemerintah Kabupaten Kukar, lanjut Aulia, berkomitmen mendukung pelestarian tradisi lokal agar tetap berjalan setiap tahun dan terus berkembang sebagai bagian dari kekayaan daerah.

“Kami ingin kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya menjaga dan melestarikan adat istiadat di Kukar,” tegasnya.

Festival yang berlangsung hingga 25 April itu melibatkan masyarakat adat, pelaku seni, serta warga sekitar. Selain menjadi ruang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga dinilai berpotensi mendorong kunjungan wisata ke wilayah pedesaan.

Di tengah arus modernisasi, Nutuk Beham menunjukkan bahwa warisan lama masih bisa tetap hidup ketika masyarakat terus menjalankannya dan generasi muda diberi ruang untuk mengenalnya secara langsung.

Iklan sisikota.com

Tags:

desa kedang ipil

desa wisata kedang ipil

kedang ipil

nutuk beham