Kategory
Info Daerah,
28-08-2026 23:08:41
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan materi kepada mahasiswa baru dalam PKKMB Universitas Kutai Kartanegara 2026, Rabu (26/8/2026). (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menantang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) ikut memastikan mahasiswa tidak berhenti kuliah karena kesulitan biaya.
Tantangan tersebut disampaikan Aulia saat menjadi narasumber dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unikarta 2026, Rabu (26/8/2026).
Menurut Aulia, BEM dapat membantu mahasiswa memperoleh informasi dan mengakses berbagai program pembiayaan pendidikan yang tersedia. Pendampingan itu dinilai penting agar kesulitan ekonomi tidak membuat mahasiswa kehilangan kesempatan menyelesaikan pendidikan.
“Ini juga saya kasih challenge terhadap teman-teman yang ada di Badan Eksekutif Mahasiswa Unikarta, untuk memastikan bahwa seluruh anak Unikarta ini bisa kuliah dengan baik, bisa terbiayai dengan baik selama mereka kuliah dengan benar,” kata Aulia usai kegiatan.
Ia berharap persoalan biaya dapat diketahui dan ditangani sejak dini melalui koordinasi antara mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, kampus, dan pemerintah.
“Jangan sampai ada anak Unikarta yang berhenti kuliah karena masalah tidak bisa membayar biaya kuliah,” tegasnya.
Aulia mengatakan Pemerintah Kabupaten Kukar menyediakan Beasiswa Kukar Idaman Terbaik sebagai salah satu dari 17 program dedikasi pemerintah daerah.
Program tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa Kukar memenuhi biaya pendidikan, termasuk uang kuliah tahunan, sesuai kategori dan persyaratan yang berlaku.
“Melalui Beasiswa Kukar Idaman Terbaik, itu di 17 program dedikasi kita. Salah satunya adalah Beasiswa Kukar Idaman Terbaik. Kita menginginkan bahwa melalui beasiswa ini, minimal uang kuliah tahunan dari para mahasiswa itu sudah bisa ter-handle melalui beasiswa ini,” jelasnya.
Selain Beasiswa Kukar Idaman Terbaik, mahasiswa juga dapat memanfaatkan Program Pendidikan Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, KIP Kuliah, serta beasiswa yang disediakan sejumlah perusahaan.
Setiap program memiliki persyaratan dan mekanisme penerimaan masing-masing. Karena itu, mahasiswa diminta aktif mencari informasi dan melengkapi ketentuan yang diperlukan.
Selain membahas akses pembiayaan pendidikan, Aulia menyebut mahasiswa baru sebagai generasi penerus yang akan menentukan masa depan Kukar.
“Mahasiswa baru ini merupakan salah satu generasi penerus Kutai Kartanegara. Mereka merupakan matahari terbitnya Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Aulia mengingatkan mahasiswa memiliki tiga tanggung jawab selama menjalani pendidikan, yakni terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Menurutnya, tanggung jawab tersebut tidak hanya dibangun melalui kegiatan akademik. Mahasiswa juga perlu mengikuti organisasi kemahasiswaan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, empati, dan kepedulian sosial.
“Ada pesan-pesan kami terhadap tiga tanggung jawab itu tadi. Salah satunya bisa diselesaikan dengan mengikuti, bukan hanya mengikuti kegiatan akademik formal saja, akan tetapi juga mengikuti organisasi kemahasiswaan selama mereka menjadi mahasiswa,” katanya.
Ia menilai organisasi kampus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan nonakademik yang tidak seluruhnya diperoleh di dalam kelas.
“Nah, ini tentunya bisa ditempuh, dipupuk, dan dibina melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan,” ujarnya.
Melalui dukungan program beasiswa dan keterlibatan organisasi kemahasiswaan, Aulia berharap kendala biaya yang dialami mahasiswa dapat diketahui lebih awal sehingga tidak berujung pada terhentinya pendidikan. (rry/bby)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
Unikarta
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu