Bupati Kukar Targetkan Produktivitas Padi Naik hingga 6,2 Ton per Hektare Lewat Program Pertanian Modern

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (tengah) menunjukkan dokumen kerja sama usai peluncuran visi pembangunan “Kukar Idaman Terbaik” dalam pembukaan Expo KTNA Nasional 2025 di Tenggarong. (Kontributor Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Expo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2025 di Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi panggung penting bagi Bupati Aulia Rahman Basri untuk memperkenalkan arah pembangunan daerah periode 2025–2029. Melalui visi bertajuk “Kukar Idaman Terbaik,” Aulia menegaskan tekad menggeser perekonomian Kukar dari ketergantungan pada sektor ekstraktif menuju penguatan sektor non-ekstraktif dengan pertanian berkelanjutan sebagai fondasinya.

“Pertanian adalah fondasi pembangunan berkelanjutan. Kami ingin menjadikan pertanian tidak sekadar sumber pangan, melainkan mesin penggerak ekonomi daerah,” ujar Aulia dalam sambutan pembukaan, Sabtu (20/9/2025).

Visi itu akan diwujudkan dengan penerapan teknologi modern di sektor pertanian. Program utama mencakup dronisasi pertanian, irigasi presisi, hingga penggunaan kecerdasan buatan. Dengan strategi tersebut, pemerintah menargetkan kenaikan produktivitas padi dari rata-rata 3,6 ton per hektare menjadi 5,6 hingga 6,2 ton per hektare dalam tiga tahun pertama. “Teknologi menjadi kunci lompatan produktivitas kita,” tegas Aulia.

Tidak hanya peningkatan hasil panen, pemerintah daerah juga menyiapkan strategi memperkuat rantai nilai lokal. Kemitraan petani dengan UMKM dan lembaga keuangan akan difasilitasi untuk mempermudah akses permodalan sekaligus memperluas pasar hingga tingkat ekspor. Program pelatihan “Petani Digital” bersama perguruan tinggi dan lembaga riset juga disiapkan untuk mendorong petani agar lebih adaptif terhadap teknologi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Transformasi ekonomi dari ekstraktif ke non-ekstraktif, menurut Aulia, akan diarahkan pada pengembangan agro-ekowisata dan industri pengolahan hasil bumi. “Jika roda ekonomi bisa diputar melalui pertanian modern, ketergantungan pada eksploitasi sumber daya alam akan berkurang signifikan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung dukungan tambahan Dana Transfer Daerah (DTD) sebesar 3 persen yang telah disetujui Banggar DPRD Kukar. Tambahan anggaran ini disebut penting untuk mempercepat pembangunan pertanian berbasis teknologi tinggi. “Kenaikan DTD ini menjadi suntikan dana yang kami perlukan untuk mengakselerasi proyek-proyek pertanian modern,” katanya.

Aulia menutup pidatonya dengan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mencapai visi tersebut. “Keberhasilan pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tugas bersama seluruh stakeholder di Kutai Kartanegara, termasuk petani, nelayan, dan sektor swasta,” pungkasnya.

Dengan kombinasi strategi teknologi, pendanaan, dan kolaborasi, visi “Kukar Idaman Terbaik” diproyeksikan menjadi model pembangunan berkelanjutan yang dapat menjadi teladan bagi daerah lain di Kalimantan Timur. (nur/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

aulia rahman basri

Bupati Kukar

bupati kutai kartanegara