Bupati Kukar Tegaskan Peran Pemangku Adat sebagai Penjaga Nilai Luhur

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Suasana pengukuhan pemangku adat Kutai Timur di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, dihadiri Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama jajaran pejabat dan tokoh adat. (Kontributor Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Pengukuhan pemangku adat di Kabupaten Kutai Timur, Minggu lalu, bukan sekadar prosesi simbolik. Di ruang agung Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, suasana khidmat mengiringi pengangkatan tokoh adat yang diyakini menjadi penjaga nilai budaya dan sejarah di Kalimantan Timur.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri yang hadir langsung menyebut momentum ini sebagai langkah penting meneguhkan jati diri daerah. “Jadi hari ini kami menyaksikan atau menghadiri acara penambalan pemangku adat Kutai di Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pengukuhan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap adat yang tetap hidup hingga kini.

Aulia juga mengingatkan bahwa Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura secara historis memiliki cakupan wilayah luas. “Sebagaimana yang kita pahami, kerajaan ini secara kewilayahan berbatasan dengan Kerajaan Pasir. Bahkan jika kita lihat hari ini, wilayah administratif kerajaan sebenarnya meliputi Kutai Timur, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, PPU, Kubar, dan Mahulu,” jelasnya. Menurutnya, delapan kabupaten/kota tersebut menjadi bukti kuatnya pengaruh kerajaan dalam perjalanan sejarah Kalimantan Timur.

Ia berharap pengukuhan di Kutai Timur menjadi awal keterlibatan lebih luas para pemangku adat di seluruh wilayah Kutai. “Harapan kami, selaku pemerintah daerah Kabupaten Kukar, adalah agar nilai historis kerajaan ini tidak hilang. Mudah-mudahan pemangku adat dapat hadir di seluruh Kabupaten Kutai yang disebutkan, sehingga adat dan adab menjadi dasar dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, terutama dalam pemerintahan,” ucapnya.

Bupati Kukar itu menegaskan keberadaan pemangku adat bukan sekadar simbol. “Dengan demikian, keberadaan mereka bagi kami merupakan hal yang sangat penting,” katanya. Pemerintah Kukar pun berkomitmen menjadikan warisan budaya ini sebagai fondasi dalam pembangunan, dengan tetap menjaga nilai luhur dan kearifan lokal. (nur/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

adat

adat budaya kutai

Kutai