Kategory
Info Daerah,
17-04-2026 02:34:45
Cabai rawit dijual di salah satu warung sembako sekitar Pasar Tangga Arung, Tenggarong, dengan harga yang turun pasca Lebaran, sementara beberapa kebutuhan lain mulai langka. (Harry/sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Harga cabai di Tenggarong turun tajam usai Lebaran, dari sebelumnya Rp120 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp70 ribu. Namun di saat yang sama, minyak goreng dan mie justru mulai sulit ditemukan di sejumlah warung sekitar Pasar Tangga Arung.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh pedagang sembako di kawasan tersebut. Salah satu pemilik warung, Sudiah, mengatakan penurunan harga cabai terjadi setelah pasokan kembali normal pasca Lebaran.
“Sebelum Lebaran sampai Rp120 ribu per kilo, sekarang sekitar Rp70 ribu,” ujar perempuan yang akrab disapa Bu Ros itu, Kamis (16/4/2026).
Meski demikian, ia mengaku kondisi pasar belum sepenuhnya stabil. Beberapa barang kebutuhan harian justru mulai langka di pasaran, terutama minyak goreng dan mie.
“Minyak mulai langka, mie instan atau mie kuning juga sudah mulai susah dicari,” katanya.
Selain kelangkaan, tekanan juga datang dari kenaikan harga bahan pendukung, seperti plastik kemasan. Menurutnya, harga plastik mengalami lonjakan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Plastik yang biasanya Rp15 ribu per pack sekarang sudah Rp20 ribu,” ungkapnya.
Di sisi lain, beberapa komoditas lain cenderung stabil. Harga gula dan minyak hanya mengalami kenaikan tipis sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000. Sementara harga daging ayam yang sempat naik saat Lebaran kini mulai turun kembali dari kisaran Rp55 ribu–Rp60 ribu per kilogram.
Situasi ini membuat pedagang harus menyesuaikan stok dan harga jual di tengah kondisi pasokan yang belum merata. Hingga kini, minyak goreng dan mie masih belum mudah ditemukan di sejumlah warung sekitar Pasar Tangga Arung. (rry)
Tags:
harga cabai kukar
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu