Kategory
Info Daerah,
20-01-2026 22:17:15
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan sambutan saat memimpin upacara peringatan HUT ke-34 Perumda Air Minum Tirta Mahakam Tahun 2026 di halaman kantor Perumda Tirta Mahakam, Senin (19/1/2026). (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Di tengah menurunnya dana transfer pusat, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mulai menempatkan badan usaha milik daerah sebagai penopang layanan dasar sekaligus sumber pendapatan. Perumda Air Minum Tirta Mahakam menjadi salah satu tumpuan itu, dengan cakupan layanan air bersih yang kini menjangkau lebih dari 343 ribu jiwa penduduk dan mulai memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa pelayanan air bersih tidak lagi cukup dipahami sebagai kewajiban sosial semata, tetapi juga harus dikelola secara profesional, efektif, dan efisien agar mampu menopang pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal.
Hingga saat ini, Perumda Air Minum Tirta Mahakam telah melayani 145 desa dan kelurahan, terdiri dari 107 desa dan 38 kelurahan. Jumlah sambungan langganan tercatat mencapai 114.437 sambungan, atau setara dengan layanan bagi sekitar 343.311 jiwa. Dengan total penduduk Kutai Kartanegara sebanyak 813.926 jiwa, cakupan layanan air bersih berada pada kisaran 42,18 persen.
Meski menunjukkan perkembangan, pemerintah daerah menilai masih terdapat pekerjaan besar untuk memperluas akses layanan. Dari total 237 desa dan kelurahan di Kutai Kartanegara, sebagian wilayah masih belum terjangkau jaringan pelayanan air bersih.
Dalam konteks keuangan daerah, Perumda Tirta Mahakam juga mulai menunjukkan peran strategis. Dalam dua tahun terakhir, perusahaan daerah ini telah memberikan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Kutai Kartanegara. Kondisi tersebut dinilai menjadi penopang penting bagi pemerintah daerah di tengah menurunnya pendapatan dana transfer dari pemerintah pusat.
Bupati Aulia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam memperluas layanan air bersih. Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum Desa (SPAMDes) dan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) oleh BUMDes maupun kelompok masyarakat disebut turut menyumbang cakupan layanan sekitar delapan persen.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, menyatakan bahwa tahun 2026 menjadi fase percepatan peningkatan kinerja perusahaan. Perumda menargetkan perluasan pelayanan air bersih di 20 kecamatan dan 193 desa, seiring upaya peningkatan kontinuitas layanan.
Selain ekspansi layanan, Perumda Tirta Mahakam juga menargetkan kontribusi PAD sekitar Rp 2,5 miliar dari kinerja tahun 2025, meski angka tersebut masih menunggu hasil audit Kantor Akuntan Publik.
Dengan cakupan layanan yang masih di bawah separuh wilayah dan tekanan fiskal daerah yang kian nyata, Perumda Tirta Mahakam kini berada di persimpangan peran. Di satu sisi menjaga hak dasar warga atas akses air bersih, di sisi lain dituntut menjadi entitas bisnis daerah yang sehat, profesional, dan berkelanjutan. (*)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
Perumda Tirta Mahakam
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu