Campus Fair Perdana di Tenggarong Hadirkan Puluhan Perguruan Tinggi untuk Pelajar Kukar

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Suasana Campus Fair 2026 di Simpang Odah Etam, Tenggarong, Sabtu, 8 Agustus 2026. Puluhan perguruan tinggi dari berbagai daerah mengikuti kegiatan yang pertama kali digelar tersebut. (Harry/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Puluhan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Campus Fair 2026 di Simpang Odah Etam, Tenggarong, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan perdana tersebut memberi pelajar Kutai Kartanegara akses informasi mengenai pilihan kampus, program studi, beasiswa, hingga jalur masuk perguruan tinggi.

Ketua Panitia Campus Fair 2026 Rafif Fitra Yasa mengatakan panitia awalnya hanya menargetkan sekitar 10 perguruan tinggi. Namun, jumlah peserta yang berpartisipasi mencapai lebih dari tiga kali target awal.

“Awalnya kami memperkirakan hanya sekitar 10 kampus yang hadir karena kegiatan ini baru pertama kali digelar. Namun, ternyata target tersebut terlampaui. Hari ini ada 35 kampus yang hadir,” kata Rafif.

Perguruan tinggi yang berpartisipasi berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, Sulawesi, dan Kalimantan Timur.

Selain informasi mengenai perguruan tinggi dan program studi, pelajar juga memperoleh penjelasan mengenai peluang beasiswa dan berbagai jalur untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah.

Rafif mengatakan Campus Fair berangkat dari pengalaman mahasiswa Kukar yang sebelumnya menghadapi keterbatasan informasi saat hendak memilih perguruan tinggi.

“Dari situ, mahasiswa Kukar lintas daerah Indonesia sepakat bahwa keterbatasan informasi seperti ini tidak boleh kembali terjadi,” ujarnya.

Menurut Rafif, informasi mengenai perguruan tinggi perlu diberikan sejak lebih awal agar siswa memiliki cukup waktu mempersiapkan pilihan pendidikan maupun jalur seleksi.

“Yang terpenting adalah bagaimana mereka bisa mendapatkan edukasi sedini mungkin. Jangan sampai baru mempersiapkan diri satu bulan sebelum penutupan seleksi masuk kampus. Persiapannya harus dilakukan jauh-jauh hari,” katanya.

Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa asal Kukar yang sedang menempuh pendidikan di berbagai daerah, seperti Bandung, Yogyakarta, Malang, Makassar, Samarinda, dan Balikpapan.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa meskipun kami berada di daerah yang berbeda, kami berhasil menyamakan persepsi untuk menyukseskan acara ini,” kata Rafif.

Ia berharap Campus Fair dapat kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya sebagai ruang bagi pelajar Kukar memperoleh informasi langsung mengenai pendidikan tinggi.

Pemkab Soroti Pendataan Calon Mahasiswa

Sekretaris Daerah Kukar Sunggono mengapresiasi penyelenggaraan Campus Fair yang digagas mahasiswa Kukar dari berbagai daerah.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membantu calon mahasiswa mendapatkan informasi mengenai kampus, pilihan program studi, serta prospek pendidikan yang ditawarkan.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pencerahan, informasi, sekaligus pendampingan bagi para calon mahasiswa,” kata Sunggono.

Sunggono menyebut terdapat 36 perguruan tinggi yang mengikuti kegiatan tersebut. Angka itu berbeda dengan keterangan panitia yang menyebut 35 kampus dan masih perlu dicocokkan dengan daftar peserta resmi.

Ia juga menyoroti salah satu stan yang menampilkan prototipe inovasi pengendalian banjir yang disebut merupakan karya anak Kukar dan direncanakan dikembangkan lebih lanjut.

“Yang menarik, di salah satu stan ternyata ada inovasi yang saat ini masih berupa prototipe dan akan diduplikasi untuk produksi nasional. Inovasi tersebut berkaitan dengan pengendalian banjir dan diciptakan oleh anak-anak Kukar,” ujarnya.

Sunggono mengatakan Pemkab Kukar saat ini juga sedang merapikan data warga usia pendidikan tinggi yang belum melanjutkan ke perguruan tinggi.

Pendataan tersebut, menurut dia, diperlukan untuk mengetahui cakupan program pendidikan pemerintah secara lebih akurat, termasuk pelaksanaan program Satu Rumah Satu Sarjana.

“Saat ini kami sedang merapikan data untuk memastikan program pendidikan bagi anak-anak Kukar bisa menjangkau semuanya secara terstruktur dan sistematis,” katanya.

Campus Fair 2026 menjadi pertemuan langsung antara pelajar Kukar, mahasiswa, dan perguruan tinggi dari berbagai daerah. Panitia berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan dan menjangkau lebih banyak siswa di Kutai Kartanegara. (rry)

Iklan sisikota.com

Tags:

Campus Fair