Kategory
Budaya,
21-09-2026 13:13:17
Sekda Kukar Sunggono bersama Kadispora Kukar dan perwakilan Forkopimda bersiap memainkan gasing sebagai penanda dimulainya perlombaan olahraga tradisional Erau Adat Kutai 2026 di Halaman Parkir Pulau Kumala, Tenggarong, Senin (21/9/2026). (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Kondisi cuaca kurang baik membuat perlombaan olahraga tradisional dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 dibatasi menjadi empat cabang. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga menyarankan pengurangan kegiatan di luar ruangan.
Empat cabang yang tetap dipertandingkan ialah belogo, menyumpit, begasing, dan ketapel. Perlombaan dimulai di Halaman Parkir Pulau Kumala, Tenggarong, Senin (21/9/2026), dan dijadwalkan berlangsung hingga 26 September.
Sekretaris Daerah Kukar Sunggono mengatakan olahraga tradisional sebenarnya memiliki lebih banyak cabang. Namun, jumlahnya dikurangi dalam penyelenggaraan Erau tahun ini dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.
“Memang sebenarnya ada banyak cabang olahraga tradisional, tetapi tahun ini hanya empat yang dilaksanakan karena kondisi cuaca yang kurang baik,” kata Sunggono.
Menurutnya, penyesuaian dilakukan untuk mengurangi kegiatan dan jumlah peserta yang beraktivitas di luar ruangan. Namun, perlombaan tetap dipertahankan sebagai bagian dari rangkaian Erau.
“Kita sudah menyarankan agar kegiatan di luar ruangan tidak terlalu banyak. Jadi, kita meminimalkan jumlah peserta dan jumlah cabang, tetapi esensi kegiatannya tetap berjalan,” ujarnya.
Meski cabangnya dibatasi, Sunggono menyebut jumlah peserta masih relatif banyak. Peserta tidak hanya berasal dari Kukar dan daerah lain di Kalimantan Timur, tetapi juga dari Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah.
“Dari apa yang dilaporkan Pak Kadispora, meskipun jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan hanya empat, pesertanya relatif sangat banyak, termasuk yang berasal dari luar kota,” katanya.
Sunggono menilai keikutsertaan peserta luar daerah menunjukkan olahraga tradisional dan rangkaian Erau mulai dikenal masyarakat di luar Kukar.
“Ini menggambarkan bahwa olahraga tradisional di Kukar dan kegiatan Erau juga diketahui serta diminati oleh masyarakat di luar Kukar. Selain dari Kalimantan Timur, ada peserta dari luar provinsi, yaitu Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah,” jelasnya.
Perlombaan diawali dengan permainan gasing oleh Sunggono bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kukar serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Sunggono mengatakan pertandingan dijadwalkan berakhir pada 26 September 2026.
“Insyaallah kegiatan ini berakhir pada tanggal 26,” katanya. (rry/bby/adv)
Tags:
Erau
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu