Kategory
Info Daerah,
20-10-2025 11:00:53
Sejumlah pengemudi ojek daring antre mengambil makanan dalam kegiatan *Warung Berkah* yang digelar di Creative Park Tenggarong, Jumat (17/10/2025). Kegiatan ini menyediakan makan gratis bagi warga dan pekerja harian setiap pekan. (Dok Polres Kukar)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Pagi di Creative Park, Tenggarong, terasa lebih hidup dari biasanya. Di bawah tenda putih-merah yang berdiri di tepi taman, antrean panjang para pengemudi ojek daring terbentuk rapi. Seragam hijau mereka berbaur dengan kuning dan hitam milik komunitas lain—warna-warna yang hari itu seolah menjadi simbol kesetaraan. Di meja panjang, piring-piring berisi nasi hangat, ayam goreng, sayur, dan kerupuk tersusun. Bau lauk yang baru dimasak berpadu dengan semilir angin sungai Mahakam yang tak jauh dari lokasi.
Tak ada protokol, tak ada tiket antrean. Warga datang, mengambil makanan, lalu mencari tempat duduk di bawah rindangnya pohon palem taman. Di sudut lain, beberapa orang duduk di meja pemeriksaan kesehatan. Petugas berpakaian biru dan abu-abu memeriksa tekanan darah, menyiapkan alat tes gula, atau sekadar menanyakan keluhan ringan. Semuanya dilakukan dengan tenang, tanpa kesan formalitas.
Kegiatan ini diberi nama Warung Berkah. Setiap Jumat, mulai pukul 09.00 Wita, taman yang biasanya hanya jadi tempat santai, berubah menjadi ruang berbagi bagi siapa pun yang datang. “Kami menyisihkan sebagian rezeki untuk warga yang membutuhkan,” kata AKBP Khairul Basyar, Kapolres Kutai Kartanegara, dalam sambutannya. Ia menyebut, inisiatif ini murni berasal dari sedekah para anggota Polres yang ingin membantu sesama tanpa pamrih.
Di antara antrean, seorang pengemudi ojek daring tampak menunduk, membisikkan doa sebelum menyuap nasi. Di wajahnya terpancar rasa lega—bukan hanya karena perut kenyang, tapi karena merasa diperhatikan. “Makan sepuasnya bayar dengan doa,” begitu pesan sederhana yang tertulis di spanduk besar di belakang tenda. Kalimat itu seolah jadi semangat bersama, bahwa kebaikan bisa berputar tanpa syarat, tanpa pamrih.
Menjelang pukul sembilan, meja-meja makanan mulai kosong. Para petugas medis membereskan alat, warga yang sudah selesai makan beranjak pelan. Kegiatan berlangsung singkat, tak lebih dari satu jam, tapi meninggalkan suasana hangat yang jarang hadir di ruang publik.
Warung Berkah bukan acara seremonial, bukan pula proyek besar dengan baliho raksasa. Ia hanya upaya kecil yang dilakukan rutin, di satu taman kecil di Tenggarong, untuk mengingatkan bahwa solidaritas masih bisa hidup di tengah kesibukan kota. Setiap Jumat, siapa pun yang datang tak perlu membawa apa pun—cukup datang, makan, memeriksa kesehatan, lalu pulang dengan hati yang sedikit lebih ringan. (*)
Tags:
Polres Kukar
Tenggarong
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu