Curah Hujan Kaltim Diprediksi Dua Kali Lipat di Atas Normal hingga Akhir Oktober

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Hujan deras di Kelurahan Mugirejo, Samarinda Utara. (dok. sisikota.com)


Samarinda, SISIKOTA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat Kalimantan Timur untuk mewaspadai peningkatan curah hujan hingga akhir Oktober 2025. Curah hujan di sebagian wilayah diprediksi mencapai dua kali lipat dari kondisi normal.

Pola ini menandakan masuknya fase puncak hujan di sejumlah daerah, terutama di kawasan barat dan utara Kaltim. Intensitas hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan genangan, tanah longsor, hingga gangguan aktivitas transportasi darat dan udara.

Kepala Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menjelaskan sebagian besar wilayah Kaltim akan mengalami curah hujan kategori menengah, antara 50 hingga 150 milimeter, dengan peluang hujan lebih dari 80 persen.
“Sebagian wilayah bagian barat hingga utara diprakirakan mengalami curah hujan tinggi, mencapai 150 hingga 200 milimeter,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

BMKG juga mencatat sifat hujan pada Dasarian III Oktober 2025 berada pada kategori Atas Normal dengan persentase 116 hingga 200 persen dari rata-rata biasanya. Kondisi ini mengindikasikan intensitas hujan yang lebih besar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Dalam keterangan resminya, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang bisa terjadi secara lokal.
“Kami minta masyarakat dan pemerintah daerah terus memantau informasi terbaru untuk mengantisipasi dampaknya,” kata Riza.

Sementara itu, aktivitas warga di Samarinda dan sekitarnya mulai menyesuaikan. Pedagang di kawasan pasar tradisional terlihat menutup lapak lebih awal karena hujan turun hampir setiap sore.

BMKG memastikan pembaruan informasi cuaca akan terus disampaikan secara berkala hingga akhir Oktober, seiring potensi hujan tinggi yang diperkirakan masih berlangsung di sebagian besar wilayah Kalimantan Timur. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

Kalimantan Timur

Kaltim