Kategory
Info Daerah,
12-09-2025 13:10:23
Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, memaparkan rencana pengembangan wisata glamping sebagai sumber baru PAD desa di Kecamatan Loa Kulu, Kukar, Senin (15/9/2025). (Kontributor Sisikota.com)
\Pergeseran strategi ekonomi mulai tampak di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Setelah hampir satu dekade bertumpu pada penjualan hasil pertanian, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Sari kini menjajal sektor pariwisata sebagai sumber baru Pendapatan Asli Desa (PAD).
Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, menjelaskan bahwa selama ini BUMDes relatif pasif dalam distribusi beras maupun padi karena petani lebih memilih menjual langsung ke pasar atau melalui penggilingan milik warga. “Petani di desa kami terbiasa menjual sendiri. Jika BUMDes masuk ke rantai itu, harga jual bisa jadi kurang kompetitif,” ungkapnya, Senin (15/9/2025).
Meski begitu, peluang tetap terbuka ketika ada permintaan massal. Ia mencontohkan, dalam satu kesempatan, desa tetangga memesan 2 ton beras dengan harga sedikit di atas rata-rata pasar. Kondisi itu memberikan keuntungan tambahan bagi BUMDes. “Ketika ada pesanan besar, pelanggan bersedia bayar sedikit lebih tinggi. Itulah momen bagi BUMDes untuk mendapatkan keuntungan,” paparnya.
Namun sejak 2015 berdiri, BUMDes Sumber Sari mulai melirik diversifikasi usaha. Tahun ini, melalui alokasi dana desa, pembangunan kawasan wisata berbasis glamping (glamorous camping) resmi dimulai di puncak desa. Fasilitas pendukung seperti gazebo dan jalan setapak juga tengah disiapkan. “Lantai glamping ini akan kami sewakan, terutama saat akhir pekan. Hasil sewa nantinya dibagi antara Pokdarwis dan BUMDes,” jelasnya.
Dengan suasana sejuk pegunungan dan panorama lembah Sungai Mahakam, Sutarno optimistis kawasan wisata baru ini akan menarik minat pengunjung dari dalam maupun luar Kukar. Ke depan, pihaknya juga merancang tambahan fasilitas berupa titik swafoto, area piknik, hingga jalur tracking ringan. “Kami juga akan melatih warga sebagai pemandu wisata dan mengembangkan oleh-oleh khas desa. Tujuannya, ekosistem wisata desa bisa tumbuh terpadu,” katanya.
Sutarno menutup dengan optimisme bahwa sektor wisata ini akan memberi dampak nyata bagi ekonomi desa. “Ini baru rintisan tahun ini. Kami optimis tahun depan sudah bisa melihat kontribusi nyata PAD dari sektor wisata,” ujarnya. (nur/adv)
Tags:
BUMDes
kecamatan tenggarong
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu