Dari Kaltim, Produksi Gas Mahakam Naik, Pasokan Nasional Ditambah 20 MMSCFD

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Pekerja melakukan pengecekan peralatan produksi di salah satu fasilitas gas Blok Mahakam, Kalimantan Timur, yang menyumbang tambahan produksi hingga 20 MMSCFD. (Humas Pertamina)


Samarinda, SISIKOTA.COM - Produksi gas dari Blok Mahakam, Kalimantan Timur, bertambah sebesar 20 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) sejak akhir Maret 2026. Tambahan ini berasal dari sumur baru yang mulai beroperasi di Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5.

Kenaikan produksi tersebut dihasilkan dari Platform WPN-7 yang dioperasikan Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Pada tahap awal, sumur NB-701 mulai berproduksi sebesar 9,8 MMSCFD pada 25 Maret 2026, disusul sumur NB-702 dengan produksi 12,5 MMSCFD pada 26 Maret 2026.

Dengan tambahan ini, produksi gas dari wilayah Mahakam kembali meningkat dan menjadi bagian dari pasokan energi domestik. Produksi dari sumur-sumur tersebut masih dalam tahap stabilisasi untuk mencapai target awal sebesar 20 MMSCFD secara berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan peningkatan produksi ini menjadi salah satu langkah menjaga ketersediaan energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan global.

“Pertamina terus mendorong peningkatan produksi migas domestik sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (16/4/2026).

Pengembangan SNB AOI 1-3-5 dirancang dengan total enam platform produksi. Hingga saat ini, tiga platform telah beroperasi, termasuk WPN-7, sementara sisanya masih dalam tahap pengembangan bertahap.

Sebelumnya, dua platform lain, yakni WPS-4 dan WPS-5, telah lebih dulu berproduksi masing-masing pada 4 Desember 2025 dan 23 Februari 2026. Rangkaian pengoperasian ini menunjukkan pengembangan lapangan dilakukan secara bertahap sesuai rencana.

Produksi gas dari Blok Mahakam selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan energi nasional. Tambahan produksi dari proyek ini menambah pasokan domestik seiring meningkatnya kebutuhan energi di dalam negeri.

Pertamina menyatakan akan terus melakukan monitoring dan optimalisasi produksi dari sumur-sumur yang telah beroperasi, sembari melanjutkan pengembangan platform berikutnya dalam proyek tersebut. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

skk migas pertamina