Dari Keselamatan hingga Emisi, MHU Bahas Teknologi Tambang dengan Delegasi Jerman

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Delegasi perusahaan engineering asal Jerman mengunjungi operasional PT Multi Harapan Utama di Kalimantan Timur, Rabu (16/9/2026). Kunjungan tersebut membahas peluang teknologi untuk keselamatan, efisiensi, lingkungan, dan pengurangan emisi pertambangan. (Dok. MHU)


Samarinda, SISIKOTA.COM – PT Multi Harapan Utama (MHU) membahas pemanfaatan teknologi pertambangan untuk keselamatan kerja, efisiensi operasional, pengelolaan lingkungan, dan pengurangan emisi bersama delegasi perusahaan engineering asal Jerman.

Pembahasan berlangsung saat delegasi mengunjungi operasional MHU di Kalimantan Timur, Rabu (16/9/2026). Pertemuan tersebut masih berupa penjajakan dan belum disertai pengumuman mengenai teknologi tertentu, proyek percontohan, ataupun kesepakatan kerja sama.

Dalam keterangan tertulisnya, MHU menyebut kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian forum bisnis dan kunjungan lapangan yang digagas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama German Engineering Federation (VDMA), serta didukung German-Indonesian Chamber of Industry and Commerce (EKONID).

Selama kunjungan, delegasi memperoleh penjelasan mengenai pengelolaan sumber daya dan kegiatan pertambangan MHU. Perusahaan juga memaparkan program efisiensi, keselamatan, pengurangan emisi, reklamasi lahan pascatambang, dan pemanfaatan energi terbarukan di fasilitasnya.

Presiden Direktur MHU Kemal Djamil Siregar mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memperoleh pandangan mengenai perkembangan teknologi pertambangan global.

“Kami menyambut baik kunjungan delegasi Jerman ke MHU. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi pengalaman mengenai kegiatan operasional pertambangan sekaligus mendapatkan perspektif baru mengenai perkembangan teknologi dan solusi engineering di industri pertambangan global,” ujar Kemal.

Keselamatan pekerja dan pengurangan emisi menjadi dua bidang yang memiliki dampak langsung terhadap operasional pertambangan dan lingkungan sekitarnya. Namun, MHU belum memerinci teknologi yang dibicarakan maupun target perbaikan yang ingin dicapai melalui penjajakan tersebut.

Keterangan perusahaan juga belum menyebut nama perusahaan Jerman yang mengikuti kunjungan, bentuk teknologi yang ditawarkan, ataupun jadwal tindak lanjut setelah pertemuan.

Menurut MHU, peninjauan lapangan memberi kesempatan kepada delegasi untuk memahami karakteristik pertambangan di Indonesia. Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan untuk menilai kesesuaian solusi teknologi dengan kebutuhan operasional perusahaan.

“Kami melihat ada ruang yang luas untuk saling belajar dan mengeksplorasi solusi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. Harapannya, dialog ini dapat berkembang menjadi peluang kolaborasi di bidang teknologi, engineering, dan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi kegiatan operasional,” lanjut Kemal.

Peluang peningkatan produktivitas, keselamatan, dan kinerja lingkungan tersebut masih menjadi tujuan penjajakan. Dampaknya baru dapat dinilai apabila pembahasan berlanjut menjadi penerapan teknologi dengan sasaran dan hasil yang terukur. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

MHU