Kategory
Info Daerah,
23-12-2024 22:31:23
Dayang Donna Faroek.(Sumber : Sisikota)
SISIKOTA.COM- Hitungan jam, setelah meninggalnya Awang Faroek Ishak di RSUD Kanujoso Balikpapan, Minggu (22/12) malam. Anak kedua, Donna Faroek Walfares Tania masih terlihat tegar, usai proses pemakaman jenazah ayahnya, di pemakaman muslim Sukarame Tenggarong. Donna yang mengenakan baju dan jilbab putih masih mau menyempatkan waktu bercerita bersama awak media.
Perempuan berumur 48 tahun ini, banyak menyinggung sosok ayah yang senang memberikan wejangan secara rutin kepada anak-anaknya terutama Donna. Wejangan disampaikan disaat Donna dan sang ayah sarapan pagi atau makam malam bersama.
"Pesan bapak kepada saya, hidup harus merakyat jangan sombong, tinggalkan kemewahan demi rakyat," sebut Donna, menirukan ucapan AFI.
Donna mengingat kembali, saat dirinya yang maju di Pilkada PPU 2024 bersama Andi Harahap minim perolehan suara alias kalah, dan langsung pulang menceritakan kepada AFI, Donna sangat senang, ayahnya mampu menenangkan dirinya.
"Saat saya sampaikan kalah di Pilkada PPU, sebut bapak, biasa saja, karena perjuangan butuh pengorbanan meski kalah. Yang terpenting, sudah berusaha sebaik mungkin," jelasnya.
Dirinya sering juga diingatkan, agar tidak terlalu banyak mengeluh, karena perjuangan saat ini lebih enak, dari pada saat AFI berjuang membangun Kutai Timur. Sebelum jabat Gubernur Kaltim dua periode 2008-2018, alm AFI pernah jabat sebagai Bupati Kutai Timur.
"Bapak menilai, perjuangan saat ini lebih enak, karena infrastruktur jalan sudah cukup bagus," jelas Donna.
Bukan hanya itu, AFI juga memberikan wejangan menghadapi persoalan di internal Kadin Kaltim, yang masih jabat Ketua Kadin tapi alami dualisme kepemimpinan. Seperti biasa, Donna mendapatkan pendapat yang menenangkan dari ayahnya.
"Pesan bapak, berpegang teguh saja dengan AD/ART Kadin, Insya Allah aman tidak ada masalah," kenang Donna.
Disinggung, apakah ada amanat dari AFI yang belum diwujudkan oleh keluarga, Donna memastikan, tidak ada karena sosok alm AFI, termasuk sosok ayah yang tidak banyak permintaan.
"Bapak cuma pesan ke saya, Donna, kamu tetap kepala keluarga meski papah masih ada. Kamu harus memberikan contoh kepada adik-adik," tutup Donna mengakhiri cerita.
Pemakaman AFI dihadiri banyak pengiring, dari masyarakat biasa hingga pejabat. Nampak Sultan Kutai Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Sekda Kukar Sunggono. Ada mantan Wagub Kaltim Farid Wadjdy, di periode pertama bersama AFI. Mantan Wali Kota Samarinda Syahrani Jaang, serta mantan Wagub Hadi Mulyadi.(SK-R)
Tags:
Kaltim
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu