Kategory
Budaya,
22-09-2026 15:01:29
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin mengikuti prosesi Bepelas malam pertama dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 di Tenggarong, Minggu (20/9/2026). (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Jumlah dentuman meriam dalam prosesi Bepelas Erau Adat Kutai 2026 bertambah setiap malam. Satu dentuman menandai malam pertama, dua dentuman pada malam kedua, hingga tujuh dentuman pada malam ketujuh.
Bepelas berlangsung selama tujuh malam dan dimulai pada Minggu (20/9/2026). Dentuman meriam menjadi penanda urutan malam setelah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin menjalani rangkaian prosesi adat.
Pangeran Hario Noto Negoro Heriansyah menjelaskan, prosesi diawali ketika Sultan menginjakkan kaki ke batu, kemudian menuju Gong Raden Galuh. Dentuman meriam selanjutnya dibunyikan sesuai urutan malam Bepelas.
“Misalnya, Bepelas malam pertama ditandai dengan satu leduman. Prosesi diawali ketika Sultan menginjakkan kaki ke batu, kemudian menuju gong Raden Galuh, dan selanjutnya ditandai dengan leduman sebagai penanda sudah memasuki malam Bepelas ke berapa,” jelas Heriansyah.
Menurutnya, Bepelas mempunyai makna spiritual dalam adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Prosesi tersebut dimaknai sebagai penguatan semangat dan mental Sultan dalam menjalankan kepemimpinan.
“Bepelas yang dilakukan Ayahanda Sultan malam ini bertujuan untuk menguatkan semangat dan mental beliau, agar jiwa dan raganya menjadi kuat. Dengan begitu, harapannya beliau dapat menjalankan kepemimpinan dengan arif dan bijaksana,” katanya.
Selain prosesi Sultan dan dentuman meriam, setiap malam Bepelas dirangkaikan dengan tarian adat, antara lain Tari Kanjar Bini dan Tari Ganjur. Tarian tersebut memiliki kedudukan khusus dalam rangkaian adat Kesultanan.
“Tari ini merupakan tarian sakral yang ada di dalam keraton. Karena sifatnya sakral, tarian ini tidak boleh dilakukan di luar keraton,” ujar Heriansyah.
Rangkaian Bepelas memasuki malam kedua pada Senin (21/9/2026). Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, mengatakan prosesi malam kedua berlangsung lancar.
“Alhamdulillah, kegiatan Bepelas 2 malam hari ini berjalan dengan lancar. Dari rangkaian kegiatan spiritual juga sudah berjalan dengan baik. Ayahanda Sultan hadir, kemudian beberapa OPD juga hadir sesuai dengan tugas yang telah dibagi untuk malam ini,” kata Taufik.
Sejumlah organisasi perangkat daerah mendapatkan pembagian tugas untuk mengikuti rangkaian Bepelas secara bergiliran. Prosesi akan berlanjut hingga malam ketujuh, dengan jumlah dentuman meriam yang bertambah mengikuti urutan malam. (rry/bby/adv)
Tags:
Erau
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu