Kategory
Info Daerah,
16-10-2025 21:01:05
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (Instagram/pemprov_kaltim)
Samarinda, SISIKOTA.COM - Baznas Kalimantan Timur bakal mendapat peran baru dari Gubernur Kaltim H Rudy Mas’ud. Lembaga zakat yang biasanya menghimpun infak dan sedekah kini diminta ikut mengelola dana tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Gagasan itu disampaikan Rudy saat menerima Dewan Pengawas Baznas Kaltim di Kantor Gubernur, Kamis (16/10/2025). Ia menilai pengelolaan CSR melalui Baznas bisa mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memastikan dana sosial korporasi benar-benar digunakan untuk kebutuhan dasar warga.
“CSR bukan sekadar kompensasi, ini wajib, suatu kewajiban. Ini adalah amanah sosial perusahaan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Rudy, seperti dilansir dari rilis Pemprov Kaltim.
Rudy menyebut, Pemprov Kaltim berharap Baznas dapat menjadi mitra utama dalam pengelolaan dana CSR, bersama Kejaksaan Tinggi Kaltim dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia bahkan menyebut potensi dana CSR di Kaltim bisa mencapai Rp6 triliun.
“Setiap perusahaan wajib melaporkan kegiatan CSR-nya kepada pemerintah setiap enam bulan sekali. Kami yakin Baznas dapat mencapai target maksimal dari potensi dana sebesar Rp6 triliun di Kaltim,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Rudy juga menyampaikan perhitungan nilai kepatutan kontribusi CSR bagi perusahaan pertambangan. Produksi di atas satu juta metrik ton per tahun memiliki nilai kontribusi antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per ton. Produksi 100.000 hingga satu juta ton per tahun berkisar Rp3.000 hingga Rp5.000 per ton. Sedangkan produksi di bawah 100.000 ton per tahun memiliki nilai kepatutan Rp1.000 hingga Rp3.000 per ton.
Jika diterapkan pada industri tambang di Kaltim, skema tersebut berpotensi menghasilkan dana sosial dalam jumlah besar.
Namun, bagi Baznas Kaltim, peran ini akan menjadi pengalaman baru. Lembaga ini selama ini berfokus pada penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. Hingga Oktober 2025, Baznas mencatat perolehan Rp16,3 miliar dari target Rp22 miliar.
“Perolehan Baznas Kaltim saat ini telah mencapai Rp16,3 miliar, mendekati target, namun dana dari CSR perusahaan sejauh ini belum masuk,” kata Wakil Ketua Baznas Kaltim, Badrus Syamsi.
Baznas Kaltim menyebut telah melakukan studi tiru ke Kalimantan Barat, yang lebih dulu menerapkan sistem digitalisasi dan membentuk lembaga khusus untuk pengelolaan CSR.
Jika rencana ini berjalan, Baznas akan merangkap peran: bukan hanya menghimpun zakat, tetapi juga mengelola dana tanggung jawab sosial perusahaan. Skema kolaborasi baru yang menyatukan dana korporasi dan lembaga keagamaan ini sekaligus menandai babak baru dalam pengelolaan tanggung jawab sosial di daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia.
Tags:
Gubernur Kaltim
rudy mas'ud
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu