Kategory
Info Daerah,
09-08-2025 11:51:08
Tim Diarpus Kukar bersama perangkat Desa Kedang Ipil usai kegiatan penelusuran dan pemetaan naskah kuno di Kecamatan Kota Bangun Darat, 6–7 Agustus 2025. (Kontributor Sisikota.com)
Kota Bangun Darat, SISIKOTA.COM - Warisan budaya tidak selalu hadir dalam bentuk fisik. Di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, jejak sejarah justru banyak bertahan melalui ingatan kolektif masyarakat dan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun. Kondisi itu terungkap saat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Pelestarian Koleksi Nusantara dan Naskah Kuno (PKNNK) melakukan penelusuran dan pemetaan naskah kuno pada 6–7 Agustus 2025.
Kegiatan yang dipimpin Kabid PKNNK, Dedy Wahyudi, melibatkan Pustakawan Mahir Jumadi serta staf bidang Taufik Hidayatullah dan Rahmat Hidayat. Mereka mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Kedang Ipil, Kuspawansyah, serta staf desa Farhan yang juga merupakan keturunan tokoh adat setempat. Tim kemudian mendalami informasi mengenai keberadaan naskah dan artefak yang diyakini menyimpan nilai sejarah penting bagi daerah.
Dari hasil pengecekan, naskah kuno yang dahulu sempat ada kini tidak lagi ditemukan dalam bentuk fisik. Sebagian besar warisan itu hanya tersimpan dalam memori masyarakat dan dijaga oleh para pemangku adat lewat cerita dan ritual. Meski demikian, berbagai artefak budaya yang berkaitan dengan upacara adat masih terawat dan digunakan secara aktif oleh warga.
Menurut Dedy Wahyudi, upaya ini merupakan bagian penting dalam menjaga identitas budaya Kukar. Ia menegaskan bahwa naskah kuno tidak sekadar catatan tertulis, melainkan simbol warisan intelektual yang bernilai tinggi. “Pelestarian warisan lokal ini bertujuan menjaga kolektif memori dan jati diri daerah agar tidak terhapus oleh waktu,” ujarnya.
Selain mendokumentasikan data, kegiatan ini juga diarahkan untuk mengidentifikasi lokasi yang berpotensi menyimpan naskah kuno serta menggali ragam cerita sejarah dari masyarakat setempat. Melalui program ini, Diarpus Kukar berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat tentang pentingnya menjaga warisan budaya agar bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. “Naskah kuno bukan sekadar dokumen, melainkan lambang identitas dan warisan budaya yang harus dikenali serta dihargai generasi masa depan,” tegas Dedy. (nur/adv)
Tags:
diarpus kukar
diarpus kukar
19 jam yang lalu
19 jam yang lalu
22 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu