Kategory
Info Daerah,
23-10-2026 19:22:53
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara Ismi Mufiddah. Dinkes Kukar mendorong puskesmas dan rumah sakit terus mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat langsung terhadap pelayanan masyarakat. (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara mendorong puskesmas dan rumah sakit terus mengembangkan inovasi yang memberikan dampak langsung terhadap pelayanan masyarakat. Penghargaan dalam kompetisi dinilai bukan tujuan utama karena inovasi diharapkan tetap berjalan dan berkembang setelah penilaian selesai.
Kepala Dinas Kesehatan Kukar Ismi Mufiddah mengatakan budaya berinovasi telah dikembangkan di lingkungan pelayanan kesehatan sejak sebelum pandemi Covid-19.
Setiap tahun, sejumlah puskesmas bergantian mengikuti ajang inovasi yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
“Jadi, setiap ada ajang lomba inovasi dari Brida, pasti ada puskesmas yang ikut setiap tahun. Mereka bergantian mengikuti, dan sekarang pun tetap berinovasi,” kata Ismi saat diwawancarai melalui telepon, Kamis (22/10/2026).
Inovasi Tak Berhenti setelah Lomba
Menurut Ismi, keikutsertaan dalam kompetisi menjadi salah satu pemicu bagi fasilitas kesehatan untuk mencari cara baru dalam memperbaiki pelayanan.
Namun, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh.
“Kalau juara, bagi kami itu bonus. Kalau juara, alhamdulillah. Artinya, inovasi yang digagas itu di mata tim penilai memiliki efek kebaruan dan keberlanjutan,” ujarnya.
Ismi mengatakan inovasi yang telah dikembangkan umumnya tetap dilanjutkan meskipun tidak meraih juara.
Dalam pelaksanaannya, gagasan tersebut juga dapat diperbaiki atau dikembangkan kembali menyesuaikan kebutuhan pelayanan di lapangan.
Karena itu, lomba tidak ditempatkan sebagai akhir dari proses inovasi.
Jadi Budaya Kerja Fasilitas Kesehatan
Ismi menyebut inovasi kini didorong menjadi bagian dari budaya organisasi, mulai Dinas Kesehatan, puskesmas hingga rumah sakit.
Pengembangannya juga dapat muncul dalam berbagai program pelayanan maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk edukasi kesehatan dalam pelaksanaan desa siaga.
Dinkes Kukar memberikan dukungan kepada fasilitas kesehatan yang membutuhkan penguatan dalam mengembangkan inovasi.
“Sekarang kami dorong semuanya. Kalau memang membutuhkan fasilitas, kami fasilitasi, baik dari sisi kebijakan maupun manajerial. Inovasi ini memang kami budayakan,” jelasnya.
Menurut Ismi, inovasi juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pengembangan mutu dan akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan.
Ukurannya Kemudahan Pelayanan Warga
Dinkes Kukar menempatkan manfaat bagi masyarakat sebagai salah satu tujuan utama pengembangan inovasi.
Gagasan yang dibuat diharapkan dapat menyederhanakan proses, meningkatkan kualitas layanan, maupun membuat masyarakat lebih mudah memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
Karena itu, inovasi yang dinilai efektif tidak harus berhenti ketika kompetisi selesai.
Fasilitas kesehatan justru didorong mempertahankan dan menyempurnakannya agar dapat terus digunakan dalam pelayanan sehari-hari.
Bagi Dinkes Kukar, penghargaan menjadi nilai tambah, sementara keberlanjutan dan manfaat inovasi dalam pelayanan masyarakat tetap menjadi ukuran yang lebih penting. (rry/bby/adv)
Tags:
dinas kesehatan kukar
Kesehatan
21 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
21-10-2026 22:12:47