Kategory
Info Daerah,
29-08-2024 15:42:00
Ketua Panitia, Awang Rifani. (Sumber : Sisikota)
SISIKOTA.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu pada 1 hingga 2 September 2024 di dua lokasi, SMPN 1 Tenggarong dan Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong.
Ketua Panitia, Awang Rifani, mengungkapkan bahwa acara ini mengangkat tema “Basa Kutai” dan bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa serta budaya lokal. Festival ini menjadi salah satu upaya nyata dari Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Disdikbud untuk mempertahankan identitas budaya Kutai di tengah arus globalisasi yang terus berkembang.
“Festival ini tidak hanya sekadar lomba, tetapi juga sarana edukasi dan apresiasi bagi generasi muda terhadap kekayaan budaya lokal,” ungkap Awang Rifani saat ditemui di Kantin Kampus Unikarta, Tenggarong, Kamis (29/08/2024).
Festival ini mencakup berbagai lomba tingkat SD dan SMP, seperti protak dongeng, lagu tingkilan, membaca puisi, betarsul, mengarang kesah pendak, dan belocoan. Semua kegiatan dalam festival ini menggunakan Bahasa Kutai, yang menjadi ciri khas budaya daerah tersebut.
“Dengan adanya lomba-lomba ini, kami berharap anak-anak dapat lebih mengenal dan mencintai Bahasa Kutai, serta menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tambah Awang Rifani.
Festival ini juga sejalan dengan semangat “Merdeka Belajar” yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di mana pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan penghargaan terhadap budaya lokal.
Awang Rifani juga mengungkapkan bahwa pendaftaran untuk festival ini dibuka secara gratis, dan peserta dapat mendaftar melalui tautan yang tersedia pada pamflet acara. Festival ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk memperkuat jati diri budaya Kutai.
“Dengan terselenggaranya Festival Tunas Bahasa Ibu ini, Kabupaten Kukar membuktikan komitmennya dalam menjaga warisan budaya dan memastikan bahwa generasi muda tidak melupakan akar budaya mereka,” tutup Awang Rifani. (Sk-2/Adv2)
Tags:
Disdikbud Kukar
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu