Kategory
Info Daerah,
30-07-2025 12:11:29
Anak-anak dari berbagai satuan pendidikan memadati Gedung Bela Diri Stadion Aji Imbut dalam peringatan Hari Anak Nasional ke-41 yang digelar Disdikbud Kukar, Rabu (30/7/2025). (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong Seberang, SISIKOTA.COM - Lantai merah Gedung Bela Diri Stadion Aji Imbut dipenuhi tawa dan nyanyian anak-anak. Seragam warna-warni berpadu dengan suara riang para guru dan orang tua yang mendampingi. Di atas panggung, layar besar menampilkan pesan Hari Anak Nasional 2025—bukan sekadar perayaan, tapi pengingat akan masa depan yang sedang bertumbuh di hadapan kita.
Rabu, 30 Juli 2025 menjadi momen yang tak terlupakan bagi ratusan anak dari berbagai satuan pendidikan di Kutai Kartanegara (Kukar). Mereka berkumpul di Gedung Bela Diri Stadion Aji Imbut untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41, sebuah agenda tahunan yang digagas Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Namun di balik kemeriahan panggung, warna-warni balon, dan atraksi seni, peringatan ini membawa pesan yang dalam: pentingnya kolektivitas dalam menjamin hak, perlindungan, dan tumbuh kembang anak sebagai generasi emas Indonesia.
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno, membuka kegiatan secara resmi dengan menekankan bahwa Hari Anak Nasional bukanlah sekadar seremoni, melainkan agenda berlandaskan regulasi dan kesadaran hukum yang kuat. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak dan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 yang menetapkan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional.
“Ini adalah peringatan ke-41 sejak ditetapkan secara nasional. Sebuah momentum penting untuk mengingat kembali tanggung jawab kita semua terhadap anak-anak Indonesia,” ujar Joko dalam sambutannya.
Dengan mengusung tema nasional “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, Pemkab Kukar melalui Disdikbud mengemas peringatan ini secara terpusat untuk mempertemukan anak, guru, orang tua, dan pemangku kepentingan dalam satu ruang kebersamaan.
Menurut Joko, usia dini merupakan fase emas perkembangan anak yang menentukan arah masa depan mereka. Oleh karena itu, kualitas pengasuhan, kecukupan gizi, dan stimulasi pendidikan sejak awal harus menjadi perhatian utama semua pihak.
“Peran orang tua, guru, dan masyarakat saling melengkapi. Kita tidak bisa berjalan sendiri dalam mendampingi anak-anak kita bertumbuh,” tambahnya.
Peringatan HAN di Kukar tak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga menghadirkan panggung ekspresi bagi anak-anak. Berbagai penampilan seni, lomba edukatif, hingga permainan kolaboratif mewarnai kegiatan ini. Anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama yang diberi ruang untuk menampilkan bakat dan keberanian mereka.
Momen ini pun dimaknai sebagai refleksi bagi semua elemen masyarakat Kukar. Di tengah tantangan zaman, mulai dari akses teknologi, isu kesehatan mental, hingga dinamika sosial, pelindungan dan pemberdayaan anak menuntut sinergi lintas sektor yang berkelanjutan.
Joko menutup sambutannya dengan harapan besar. “Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia. Karena merekalah yang akan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.” (rb/adv)
Tags:
Disdikbud Kukar
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu