Kategory
Info Daerah,
12-08-2025 11:42:47
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperkuat pembelajaran membaca dan berhitung di sekolah dasar kini menghadirkan pendekatan baru. Melalui program Duta Literasi Numerasi, pemerintah daerah berupaya membangun iklim belajar yang lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa. Upaya ini berangkat dari kesadaran bahwa kemampuan dasar literasi dan numerasi masih menjadi tantangan penting yang perlu diperkuat di tingkat sekolah dasar.
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa para duta tidak hanya hadir untuk menyampaikan materi pelajaran. Mereka juga diharapkan menjadi figur teladan dan motivator yang mampu menumbuhkan semangat belajar siswa di kelas. “Peran mereka tak hanya menyampaikan materi, tapi juga menjadi panutan dalam membangun semangat belajar di kelas,” ujarnya pada Selasa (12/8/2025). Menurutnya, siswa cenderung lebih mudah terinspirasi ketika melihat sosok panutan yang aktif mendampingi dalam proses pembelajaran.
Program ini dirancang agar para duta terlibat langsung dalam kegiatan belajar-mengajar. Mereka mendampingi guru menerapkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, seperti permainan numerasi, pembacaan interaktif, serta penggunaan alat peraga sederhana yang sudah didistribusikan ke sekolah-sekolah. Dengan cara ini, matematika maupun kegiatan membaca diharapkan tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi sebagai kegiatan yang menumbuhkan rasa ingin tahu.
Thauhid menekankan, orientasi program bukan hanya sekadar mengejar hasil ujian atau nilai rapor. Lebih penting dari itu, siswa diharapkan mampu memahami konsep numerasi dan literasi sebagai keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat berbelanja, mengatur waktu, atau membaca informasi. “Kami ingin anak-anak melihat numerasi dan literasi bukan sebagai beban, tapi sebagai keterampilan yang berguna dalam hidup mereka,” jelasnya.
Untuk memastikan program berjalan efektif, evaluasi berkala akan dilakukan di setiap sekolah sasaran. Evaluasi ini melibatkan guru, siswa, serta tim pendamping untuk menilai sejauh mana kehadiran para duta berdampak pada peningkatan minat belajar. Apabila ditemukan kendala, metode pembelajaran akan disesuaikan agar lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.
Harapannya, kehadiran duta literasi numerasi dapat menjadi gerakan kolektif yang menular. Dengan memberi contoh positif, para duta mampu mendorong siswa lain untuk lebih antusias dalam membaca dan berhitung. Thauhid mengingatkan bahwa budaya membaca kini kian tergerus oleh perkembangan teknologi dan hiburan digital. Karena itu, intervensi melalui program seperti ini dianggap penting untuk menjaga semangat belajar tetap tumbuh. “Harapannya, duta-duta literasi numerasi ini bisa mengajak siswa lain untuk lebih semangat belajar, terutama dalam hal membaca dan berhitung. Karena sekarang, budaya membaca itu sudah mulai ditinggalkan,” tandasnya. (rb/adv)
Tags:
Disdikbud Kukar
thauhid afrilian noor
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu