Kategory
Info Daerah,
14-07-2025 22:24:30
Pembukaan Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran Bahasa Daerah oleh Disdikbud Kukar di Hotel Grand Fatma Tenggarong, Senin (14/7/2025), diikuti oleh 50 guru dari 18 kecamatan. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Di dalam ballroom Hotel Grand Fatma, Tenggarong, suasana tampak lebih dari sekadar rapat kerja biasa. Mikrofon berganti tangan, layar presentasi aktif, dan peserta duduk menyimak serius. Mereka bukan pejabat atau akademisi tingkat tinggi, melainkan para guru dari pelosok Kukar yang tengah merumuskan sesuatu yang fundamental: modul bahasa daerah untuk anak-anak sekolah dasar.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara menyelenggarakan Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran Bahasa Daerah bagi Guru SD dan SMP pada 14–15 Juli 2025. Kegiatan ini difokuskan untuk menyusun Dokumen Rancangan Awal Pembelajaran (DRAP) Bahasa Kutai yang akan digunakan di ratusan sekolah dasar di Kukar.
Kegiatan dibuka oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Nur Aini, yang mewakili Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno. Dalam sambutannya, Aini menekankan bahwa workshop ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan program strategis yang harus menghasilkan produk nyata.
“DRAP ini akan dibimbing langsung oleh narasumber dan disempurnakan oleh tenaga ahli dari Balai Bahasa,” ujar Aini pada Senin (14/7/2025).
Sebanyak 50 guru dari 18 kecamatan mengikuti workshop tersebut. Para peserta dipilih untuk mewakili keragaman wilayah dan dialek dalam bahasa Kutai. Mereka tidak hanya dilibatkan sebagai peserta pasif, tetapi ditantang untuk aktif menyusun materi pembelajaran berdasarkan kearifan lokal dan pengalaman mereka di lapangan.
“Kegiatan ini harus menghasilkan DRAP yang nantinya akan menjadi dasar penyusunan modul final bagi sekitar 475 SD di Kukar,” lanjutnya.
Dalam arahannya, Nur Aini juga mengingatkan peserta agar mengikuti kegiatan dengan fokus dan sungguh-sungguh. Ia bahkan menyebutkan bahwa keterlibatan guru dalam penyusunan modul ini bisa menjadi bagian dari kontribusi amal pendidikan.
“Anggap ini sebagai ibadah. Jangan setengah-setengah jasadnya hadir, tapi pikirannya entah ke mana,” ujarnya tegas.
Workshop ini mencakup sesi penyusunan, diskusi, serta pendampingan teknis oleh narasumber dan tim dari Balai Bahasa. Sebelum sesi dimulai, panitia juga mengevaluasi sejauh mana peserta menguasai bahasa Kutai, serta apakah mereka pernah terlibat dalam kegiatan serupa. Hal ini dilakukan agar penyusunan DRAP bisa berjalan berdasarkan pemahaman yang setara.
“Masukan dari para peserta mengenai budaya dan bahasa lokal akan sangat menentukan kualitas modul yang dihasilkan,” tambah Aini.
Meskipun sempat terjadi keterlambatan akibat jarak tempuh beberapa peserta, kegiatan berjalan dengan antusiasme tinggi. Workshop ini menjadi bagian penting dari komitmen Pemkab Kukar dalam melestarikan bahasa daerah sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran kontekstual di tingkat sekolah dasar. (rb/adv)
Tags:
Disdikbud Kukar
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu