Kategory
Info Daerah,
05-07-2025 11:01:27
Deretan homestay beratap rumbia di Desa Wisata Bukit Mahoni, salah satu contoh pengembangan pariwisata desa di Kutai Kartanegara yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Deretan homestay beratap rumbia di Desa Wisata Bukit Mahoni berdiri tegak di tengah rindangnya pepohonan, menjadi simbol bagaimana pariwisata desa di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai bergerak dengan sentuhan kolaborasi. Upaya pengembangan semacam ini kini menjadi fokus Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, yang tak hanya mengandalkan promosi, tetapi juga pembinaan langsung kepada pemerintah desa dan pelaku usaha lokal.
Pendekatan kolaboratif lintas sektor diyakini menjadi kunci agar pengelolaan potensi wisata dapat mandiri dan berkelanjutan. Sekretaris Dispar Kukar, Sugiarto, menegaskan bahwa membangun sektor pariwisata tidak bisa dilakukan sendirian. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada peran aktif dari OPD lain, dunia usaha, serta perangkat desa yang menjadi garda terdepan pembangunan wilayah,” ujarnya, baru-baru ini.
Peran instansi seperti Dinas Koperasi dan UMKM dinilai penting untuk memperkuat ekosistem usaha mikro yang menopang destinasi wisata. Di Bukit Mahoni, misalnya, kolaborasi diwujudkan melalui studi banding, penyediaan fasilitas fisik seperti gazebo, hingga dukungan terhadap kegiatan masyarakat. Langkah ini menunjukkan bahwa intervensi pariwisata perlu bersifat holistik, tidak hanya fokus pada satu aspek.
Sugiarto menekankan bahwa pejabat dinas tidak cukup bekerja dari balik meja. Turun langsung ke lapangan untuk memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat menjadi hal yang krusial. “Kita harus fasilitasi dengan pendekatan yang relevan. Misalnya di Tenggarong Seberang, sangat perlu ada pejabat yang fokus mendampingi pengembangan wisata di sana,” jelasnya.
Kehadiran pejabat fungsional di lokasi disebutnya dapat mempercepat kemajuan desa wisata yang sebelumnya stagnan. Tanpa pendampingan lapangan, kebijakan hanya akan berhenti pada dokumen tanpa memberi manfaat nyata.
Dengan pembinaan intensif, penguatan sumber daya manusia, dan dukungan lintas sektor, Dispar Kukar berharap pengembangan wisata desa benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi lokal dan pelestarian identitas budaya daerah. (nur/adv)
Tags:
dinas pariwisata kukar
Dispar Kukar
Pariwisata
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu