Disperindag Kukar Pastikan 703 Pedagang Dapat Tempat di Pasar Tangga Arung

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menegaskan kesiapan Pasar Tangga Arung menampung 703 pedagang dengan konsep pengelolaan semi modern. (Kontributor Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Persiapan pemindahan 703 pedagang ke Pasar Tangga Arung akhirnya mendapat kepastian. Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar), Sayid Fathullah, menegaskan seluruh pedagang yang terdata sejak awal akan mendapat tempat di pasar baru tersebut tanpa ada yang tertinggal.

“Sejak awal jumlah pedagang yang akan ditempatkan adalah 703 orang, dan sampai sekarang tidak berubah. Begitu pasar selesai, tempatnya juga tersedia untuk 703 pedagang,” ujarnya, Senin (…).

Pasar Tangga Arung diproyeksikan sebagai ikon baru perdagangan modern di Tenggarong. Konsep pengelolaan akan dibuat semi modern dengan manajemen profesional agar pengunjung merasakan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman. “Pasar ini akan kita kelola dengan sistem yang mirip mal. Jadi bukan seperti dulu lagi, tapi lebih tertata dan nyaman untuk semua kalangan,” tambah Sayid.

Untuk pengelolaan, saat ini sudah ada dua pihak yang menyatakan minat, yakni salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kukar dan pihak ketiga. Keduanya akan melakukan presentasi konsep pengelolaan sebelum diputuskan Pemkab Kukar. “Pemkab Kukar nantinya akan menilai konsep pengelolaan melalui presentasi yang disampaikan calon pengelola,” ungkap Sayid.

Lebih jauh, ia menegaskan Pasar Tangga Arung tidak akan difungsikan sebagai pasar basah atau pasar tumpah. Fungsinya berbeda dengan Pasar Mangkurawang yang tetap menjadi pasar induk, pasar subuh, dan pasar basah. “Pasar Mangkurawang tetap menjadi pasar basah, pasar subuh, dan pasar induk. Sedangkan Pasar Tangga Arung konsepnya semi modern. Jadi tidak ada cerita pasar basah dipindah ke sini,” pungkasnya.

Dengan konsep ini, Pemkab Kukar berharap Pasar Tangga Arung tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga wajah baru kota Tenggarong yang lebih tertata. (nur/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

Disperindag Kukar