Kategory
Info Daerah,
09-09-2025 10:26:11
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, memberikan keterangan kepada awak media terkait isu peredaran beras oplosan di pasar tradisional, Selasa (9/9/2025). (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Kekhawatiran masyarakat terkait peredaran beras oplosan yang ramai diberitakan di sejumlah daerah akhirnya ditanggapi Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar), Sayid Fathullah. Ia memastikan hingga saat ini tidak ditemukan adanya praktik peredaran beras oplosan di pasar-pasar tradisional Kukar.
Menurutnya, kasus beras oplosan yang muncul di daerah lain umumnya terjadi di toko-toko besar atau ritel modern. “Itu pun bukan beras berbahaya, hanya beras premium yang dicampur dengan beras patah-patah,” jelas Sayid Fathullah saat ditemui di Tenggarong.
Ia menegaskan, di wilayah Kukar sejauh ini tidak ada laporan resmi maupun hasil temuan di lapangan terkait beras oplosan. Sistem pengawasan yang dilakukan Disperindag, lanjutnya, berjalan berlapis melalui inspeksi rutin di pasar tradisional serta koordinasi dengan pedagang. “Kalau di Kukar sejauh ini belum ada laporan. Kalau ada pengaduan dari masyarakat, baru kami turun langsung ke lapangan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Sayid menjelaskan bahwa tugas memastikan kandungan dan kualitas beras bukan sepenuhnya berada di Disperindag. Ada dinas teknis lain yang lebih berkompeten dalam melakukan uji laboratorium, seperti Dinas Pertanian dan Peternakan maupun Dinas Ketahanan Pangan. Disperindag, menurutnya, berperan besar pada aspek distribusi dan kelancaran peredaran barang di pasar. “Disperindag lebih fokus pada distribusinya, sementara soal isi atau kualitas beras itu lebih dipahami oleh dinas terkait,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap waspada dan aktif melapor apabila menemukan indikasi peredaran beras oplosan di wilayah Kukar. Mekanisme laporan masyarakat, kata Sayid, menjadi pintu awal bagi pihaknya untuk melakukan tindakan cepat bersama tim lintas dinas. “Dasarnya pengaduan masyarakat. Kalau ada laporan, langsung kita tindaklanjuti bersama tim terkait,” tutupnya.
Dengan pernyataan ini, pemerintah daerah menegaskan kesiapan mereka untuk menjaga keamanan distribusi bahan pokok sekaligus meredam keresahan masyarakat di tengah maraknya pemberitaan tentang beras oplosan di luar daerah. (nur/adv)
Tags:
Disperindag Kukar
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu