Kategory
Info Daerah,
20-10-2025 10:06:37
Sejumlah pekerja melakukan pengecoran jalan di ruas Tering–Ujoh Bilang, jalur penghubung antara Kutai Barat dan Mahakam Ulu yang dikerjakan bertahap melalui pendanaan APBD dan APBN. (Pemprov Kaltim)
Samarinda, SISIKOTA.COM - Setelah bertahun-tahun menjadi jalur yang sulit dilalui, proyek jalan Tering–Ujoh Bilang akhirnya menunjukkan kemajuan nyata. Akses yang menghubungkan Kutai Barat dan Mahakam Ulu itu perlahan terbuka setelah beberapa segmen selesai dikerjakan. Namun, di tengah kemajuan di lapangan, kebijakan fiskal dari pusat kini menuntut penyesuaian baru terhadap anggaran daerah yang menopang kelanjutannya.
Hingga Oktober 2025, progres pembangunan jalan perbatasan itu baru mencapai sekitar 40 persen dari empat segmen pekerjaan. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji meninjau langsung jalur hingga STA 41, di perbatasan Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Ia memastikan pekerjaan yang masih tertinggal akan terus dikejar agar seluruh ruas dapat berfungsi sebelum akhir 2025.
“Dari empat segmen, baru sekitar 40 persen terlaksana. Kita akan kejar segmen dua dan empat yang pergerakannya masih agak lambat,” kata Seno Aji saat didampingi Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Ardiani dan Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk, dilansir dari rilis Pemprov Kaltim. Ia juga meminta Dinas PUPR Kaltim mengantisipasi agar seluruh pekerjaan APBD dapat diselesaikan sesuai target.
Jalur sepanjang 140 kilometer itu dikerjakan melalui kombinasi pendanaan APBD dan APBN. Segmen yang dibiayai APBD menggunakan struktur beton atau rigid, sedangkan segmen APBN dikerjakan dengan lapisan aspal. Pekerjaan APBN bernilai Rp459 miliar melalui kontrak tahun jamak hingga 2027, mencakup tiga paket pekerjaan dengan 11 jembatan dan pemangkasan tanjakan besar (cutfill).
Di sela peninjauan, Wagub Seno juga menyoroti sekitar 13 kilometer ruas jalan yang masih memerlukan intervensi. Ia meminta agar setidaknya dilakukan penimbunan sirtu agar jalur bisa fungsional untuk kendaraan ringan. “Kita harapkan 2027, semua jalan dari Tering ke Ujoh Bilang bisa dilalui secara fungsional, termasuk dengan sepeda motor,” ujarnya.
Namun, rencana anggaran tahun 2026 yang semula disiapkan untuk mendukung kelanjutan proyek itu kini menghadapi tantangan baru. Seno menyebut Pemprov Kaltim telah menyiapkan Rp165 miliar untuk tahun depan, sebelum adanya pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH). “Nanti kita akan lihat lagi berapa yang bisa kita manfaatkan,” ucapnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan penjelasan Kepala BPKAD Kaltim A Muzakkir dalam pertemuan di Hotel Midtown Samarinda, Jumat (17/10/25), yang menyebut adanya perubahan signifikan pada struktur APBD 2026 akibat potensi pemangkasan DBH dari pemerintah pusat. Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus menyesuaikan ulang pos belanja, termasuk untuk sektor infrastruktur. “Ada beberapa yang bersifat wajib akan berubah, seperti infrastruktur yang tidak menjadi wajib,” kata Muzakkir.
BPKAD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Kaltim telah membahas penyesuaian anggaran tersebut. Kesepakatan awal KUA–PPAS sudah ditandatangani, tetapi dengan catatan bahwa perubahan masih mungkin terjadi sesuai kebijakan pusat. BPKAD juga menyesuaikan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) agar selaras dengan kondisi fiskal baru.
Secara keseluruhan, BPKAD menilai tantangan terbesar Kaltim pada 2026 adalah menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah penurunan pendapatan dari pusat. Fokus pemerintah daerah akan beralih pada peningkatan pendapatan mandiri serta efisiensi belanja.
Dengan dinamika fiskal tersebut, pelaksanaan proyek strategis seperti jalan Tering–Ujoh Bilang kini bergantung pada hasil penyesuaian APBD tahun depan. Pemerintah tetap menargetkan proyek rampung fungsional pada 2027, namun realisasinya akan sangat ditentukan oleh ruang fiskal yang tersedia dalam struktur anggaran baru. (*)
Tags:
Pemprov Kaltim
tering
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu