Dorong Pemahaman Sejarah Lokal, Disdikbud Kukar Ajak Sekolah Aktif Kunjungi Situs Cagar Budaya

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Pamong Budaya Ahli Muda Disdikbud Kukar, M. Saidar.(Sumber : Sisikota)


Kukar, SISIKOTA.COM - Di tengah derasnya arus informasi global, kekayaan sejarah dan budaya lokal di Kutai Kartanegara (Kukar) kerap terlupakan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Disdikbud Kukar, melalui M. Saidar, sebagai Pamong Budaya Ahli Muda dari Bidang Budaya, Cagar Budaya, dan Permuseuman Kukar.

Pria yang akrab disapa Deri ini menegaskan, pentingnya generasi muda, khususnya peserta didik, untuk mengenal dan memahami nilai-nilai budaya serta sejarah lokal. Ia menyebut, masih minim program sekolah yang secara aktif mengajak siswa mengunjungi situs-situs bersejarah di Kukar.

“Banyak situs bersejarah yang perlu diketahui oleh anak-anak, namun saya belum melihat program-program sekolah yang mengajak siswa untuk berkunjung ke situs-situs sejarah,” ujarnya Deri, saat ditemui di ruang kerjanya, pada Selasa (06/05).

Ia menilai, kunjungan langsung ke lokasi cagar budaya, dapat menjadi sarana pembelajaran yang hidup dan menyenangkan. Beberapa lokasi yang menurutnya bisa dimasukkan dalam agenda edukasi sekolah antara lain Makam Kesultanan Kutai, Taman Titik Nol Tenggarong, dan Tugu Persatuan.

“Ini sangat penting. Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal informasi dari luar saja, tetapi buta terhadap pengenalan warisan sejarah yang ada di sekitar mereka,” tegasnya.

Tidak hanya berhenti pada imbauan, dirinya juga tengah mempersiapkan terobosan baru berupa program Digitalisasi Inovasi Cagar Budaya yang rencananya akan diluncurkan pada tahun 2026. Program ini, meskipun masih dalam tahap perencanaan, diharapkan bisa memberikan akses informasi yang lebih luas kepada masyarakat.

“Insya Allah, program ini masih dalam tahap persiapan dan belum saya rilis, jadi mohon bersabar,” ujarnya.

Terakhir, ia menyebutkan, bahwa program digitalisasi tersebut akan melibatkan kerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan kualitas dan cakupan data yang akurat dan interaktif. 

"Tujuannya, agar masyarakat terutama generasi muda dapat mengenal situs-situs bersejarah di Kukar melalui teknologi digital," tutupnya.(SK/RB/ADVDisdik)

Iklan sisikota.com

Tags:

Disdikbud Kukar