Kategory
Info Daerah,
12-08-2026 15:58:48
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebulu Ulu yang masih ditutup sementara hingga hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan MBG diterima. (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Sebulu Ulu masih dihentikan sementara hingga Rabu (12/8/2026). Dapur tersebut belum dapat kembali beroperasi karena hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan masih ditunggu.
Pemeriksaan dilakukan menyusul dugaan keracunan setelah 85 orang mengalami keluhan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis seusai mengonsumsi menu MBG pada Senin (3/8/2026).
Camat Sebulu, Edy Fahruddin, mengatakan hasil pemeriksaan Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) akan menjadi acuan untuk menentukan bagian-bagian dalam proses penyelenggaraan MBG yang harus dievaluasi dan diperbaiki.
“Untuk sementara ini dapur MBG Sebulu masih ditutup sampai hasil laboratorium BPOM keluar. Hasilnya akan menentukan bagian-bagian yang harus dievaluasi dalam proses pelaksanaan,” kata Edy saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026).
Keterangan tersebut menjadi pembaruan atas masa penutupan tiga hari yang sebelumnya disampaikan Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono. Meski masa tersebut telah terlewati, dapur belum kembali beroperasi karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Sebelumnya, Sunggono mengatakan penutupan sementara digunakan untuk mengevaluasi seluruh sistem penyelenggaraan MBG, termasuk penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan kondisi infrastruktur.
“Dapur itu mendapat sanksi untuk ditutup sementara selama tiga hari. Selama penutupan, akan dievaluasi semua hal yang berkaitan dengan kejadian tersebut,” ujar Sunggono seusai menghadiri Campus Fair di Simpang Odah Etam, Tenggarong, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, operasional dapat kembali dilanjutkan apabila pengelola telah membenahi sistem, menjalankan SOP, dan memperbaiki infrastruktur yang dinilai perlu berdasarkan hasil evaluasi.
“Kalau setelah tiga hari mereka bisa memperbaiki semua sistem, termasuk melaksanakan SOP dan memperbaiki infrastruktur yang dianggap menjadi masalah terhadap timbulnya insiden itu, insyaallah akan dibuka kembali,” katanya.
Terkait penelusuran penyebab kejadian, Sunggono menjelaskan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar bertugas mengambil sampel makanan dan menyerahkannya kepada Balai POM untuk diperiksa di laboratorium.
“Yang meneliti sampelnya itu Balai POM, bukan Dinkes. Dinkes hanya mengambil sampel dan kemudian menyerahkannya kepada Balai POM,” jelasnya.
Berdasarkan data Dinkes Kukar, sebanyak 85 orang mendapatkan penanganan medis, terdiri atas 82 pasien rawat jalan dan tiga pasien rawat inap. Sunggono menyatakan seluruhnya telah diperbolehkan pulang.
Pemkab Kukar juga akan memperketat pengawasan terhadap penyelenggaraan MBG dengan melibatkan pengelola program, tim puskesmas, masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga Rabu (12/8/2026), penyebab gangguan kesehatan yang dialami para penerima MBG belum dapat disimpulkan. Operasional SPPG Sebulu Ulu masih dihentikan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan menentukan perbaikan yang harus dilakukan. (rry)
Tags:
Kecamatan Sebulu
makan bergizi gratis
MBG
Sebulu
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu