Kategory
Info Daerah,
08-09-2025 10:03:47
Dua seniman tampil dalam acara Ekspresi Budaya Tradisional Kutai Kartanegara 2025 yang digelar Disdikbud Kukar di Tenggarong. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Derasnya arus modernisasi yang dibawa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat Kutai Kartanegara (Kukar) berada di persimpangan. Di satu sisi, peluang ekonomi terbuka lebar. Namun di sisi lain, identitas budaya lokal berhadapan dengan tantangan untuk tetap bertahan.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Puji Utomo, menegaskan seni dan tradisi daerah harus tampil sebagai kekuatan utama. “Orang-orang dari luar akan datang ke Kutai Kartanegara. Mereka membawa modernisasi dan adat istiadat beragam. Kita juga harus menunjukkan bahwa kita punya budaya, punya kesenian, punya tradisi yang wajib kita lestarikan,” ujarnya.
Menurut Puji, daya tarik Kukar tidak terletak pada fasilitas modern, melainkan pada keunikan seni dan tradisi yang diwariskan turun-temurun. “Kalau mereka ingin mall, jelas kita tidak bisa dibandingkan dengan Jakarta. Yang bisa kita tonjolkan adalah budaya kita, kreasi kita dalam bidang kesenian,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Disdikbud Kukar menghadirkan berbagai kesenian ke panggung publik. Salah satunya tradisi nutuk baham dari Kedang Ipil yang dinilai mampu merepresentasikan identitas budaya Kutai di level nasional. “Orang-orang di Jakarta datang ke Kalimantan Timur itu untuk melihat budaya dan seni kita. Inilah yang harus dijaga kelestariannya,” tambah Puji.
Untuk menjaga kesinambungan, pihaknya rutin menggelar agenda Ekspresi Budaya Tradisional. Kegiatan ini ditujukan sebagai ruang bagi seniman lokal sekaligus sarana bagi generasi muda mengenal dan mencintai warisan leluhur. “Dengan kegiatan ini kami ingin mengundang masyarakat Kukar agar lebih berkreasi dan berinovasi di bidang kebudayaan. Yang terpenting, tradisi kita jangan sampai hilang,” pungkasnya. (rb/adv)
Tags:
Disdikbud Kukar
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu