Kategory
Info Daerah,
08-08-2026 18:59:48
Kebakaran melanda kawasan permukiman di Gang 9 Jalan KH Akhmad Mukhsin, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Sabtu, 8 Agustus 2026. Empat rumah terbakar dan tiga bangunan lainnya terdampak. (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Kebakaran melanda kawasan permukiman di Gang 9 Jalan KH Akhmad Mukhsin, RT 14, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Sabtu, 8 Agustus 2026, sekitar pukul 13.30 WITA. Empat rumah terbakar dan tiga bangunan lainnya terdampak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sejumlah warga sempat mengalami lemas hingga pingsan karena terkejut saat kebakaran terjadi. Petugas pemadam membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengendalikan api.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kukar Fida Hurasani mengatakan proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya akses menuju titik kebakaran yang berada di bagian dalam kawasan permukiman.
“Pada intinya, kejadian ini termasuk cukup sulit karena lokasinya berada di bagian dalam dan aksesnya cukup sempit. Kebakaran tidak terjadi di pinggir jalan, tetapi berada agak ke belakang,” kata Fida.
Menurutnya, terdapat akses yang cukup strategis untuk mendekati lokasi. Namun, lebarnya tidak memungkinkan kendaraan pemadam masuk hingga ke titik kebakaran.
“Sebenarnya ada akses yang strategis di tengah-tengah, tetapi unit kita tidak bisa masuk. Itu menjadi tantangan kita hari ini,” ujarnya.
Selain akses yang terbatas, surutnya Sungai Mahakam turut menghambat pasokan air. Posisi permukaan air yang cukup jauh ke bawah membuat suplai air menuju lokasi tidak berjalan maksimal.
“Kesulitan kita memang tadi saya rasakan sekali, terutama terkait pasokan air. Sempat macet karena pasokan air dari Mahakam surut dan posisinya cukup jauh ke bawah,” kata Fida.
Kondisi tersebut diperberat oleh angin yang bertiup cukup kencang. Dengan pasokan air yang terbatas, petugas memprioritaskan upaya pemblokiran untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain.
“Pasokan air yang kita miliki tadi tidak maksimal sampai ke titik kebakaran, sehingga kita hanya bisa melakukan blocking,” jelasnya.
Sebanyak delapan unit kendaraan pemadam dikerahkan ke lokasi. Satu unit lainnya tetap disiagakan di kawasan Pattimura untuk mengantisipasi kejadian lain.
Fida mengatakan kondisi cuaca kering, angin kencang, serta surutnya Sungai Mahakam menjadi tantangan tambahan dalam penanganan kebakaran, terlebih lokasi berada di kawasan permukiman yang cukup padat.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang diterima Damkarmat, sekitar tiga warga sempat pingsan dan harus dipapah karena terkejut melihat kebakaran.
“Tadi informasinya ada yang pingsan, mungkin karena kaget. Ada sekitar tiga orang yang sempat dipapah, tetapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan,” ujarnya.
Fida memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp1 miliar. Angka tersebut masih berupa perkiraan awal dan belum merupakan hasil penghitungan resmi.
“Kalau melihat kerugiannya, kurang lebih sekitar satu miliar. Kondisi permukimannya cukup padat. Ini yang kami khawatirkan,” katanya.
Dalam penanganan kebakaran, Damkarmat Kukar dibantu relawan dan unsur lainnya. Total personel yang terlibat disebut mencapai lebih dari 50 orang.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui. Fida mengatakan saat petugas tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar sehingga sumber awal api belum dapat dipastikan.
“Nanti biarkan petugas yang berwajib melakukan olah TKP dan seperti apa hasilnya,” ujarnya.
Penyebab pasti kebakaran selanjutnya menunggu pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara oleh pihak berwenang. (rry)
Tags:
Kebakaran
kebakaran tenggarong
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu