Kategory
Info Daerah,
20-08-2025 12:01:28
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke XXI,Adji Mohammad Arifin bersama Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor di depan Kedaton. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Pelaksanaan Erau 2025 dipastikan tetap berada di bawah kendali penuh Kesultanan Kutai Kartanegara. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar hanya mengambil bagian dalam rangkaian seremonial pendukung, tanpa mencampuri prosesi adat yang sarat nilai sakral. Kepastian ini ditegaskan sebagai bentuk penghormatan kepada tradisi sekaligus untuk menghindari terulangnya ketegangan seperti tahun sebelumnya.
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menyebut pesan khusus datang langsung dari Sultan Kutai Kartanegara. Pesan itu menekankan agar pelaksanaan Erau berjalan damai dan jauh dari keributan. Menurut Thauhid, insiden tahun lalu hanyalah akibat miskomunikasi, bukan karena persoalan substansi. “Saya juga mendapatkan pesan dari ayahanda Sultan bahwa terkait Erau ini jangan sampai ribut seperti tahun lalu. Itu kan hanya miskomunikasi, tidak ada yang tidak terbuka,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).
Ia menegaskan, prosesi adat dalam Erau memiliki nilai sakral yang sepenuhnya berada dalam tanggung jawab kesultanan. Pemerintah daerah tidak berani mencampuri urusan adat tersebut, melainkan hanya mendukung dengan kegiatan tambahan yang memperkuat semarak acara. “Kita pemerintah tidak berani mencampuri urusan dari pihak kesultanan karena ini acara sakral dan pihak kesultanan lah yang mengerti hal itu,” tegas Thauhid.
Adapun kegiatan yang menjadi ranah pemerintah daerah meliputi acara pembukaan, beseprah, serta expo. Tiga kegiatan ini diposisikan sebagai pelengkap yang memberikan ruang partisipasi lebih luas bagi masyarakat tanpa mengurangi kesakralan inti prosesi Erau. Sementara itu, seluruh prosesi adat tetap dijalankan sepenuhnya oleh pihak kesultanan sebagai pemegang tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.
Thauhid menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan kesultanan menjadi kunci menjaga kelestarian Erau. Kerja sama ini diharapkan dapat menghadirkan perayaan yang meriah, tetap berakar pada nilai budaya, serta bebas dari kesalahpahaman yang bisa mencederai makna adat. “Kita hanya ikut di acara pembukaan, beseprah, dan kemudian expo untuk memeriahkan kegiatan Erau 2025,” pungkasnya. (rb/adv)
Tags:
Disdikbud Kukar
Erau
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu