Erau 2026 Libatkan Pelajar Belajar Budaya Kutai, Digelar di Tiga Kawasan

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Dokumentasi ritual Mengulur Naga pada Festival Erau Adat Kutai di Tenggarong. (Istimewa)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Pelajar SD dan SMP di Kutai Kartanegara akan dilibatkan dalam Festival Erau Adat Kutai 2026 untuk mengenal tradisi daerah secara langsung. Rangkaian kegiatan akan dipusatkan di tiga kawasan di Tenggarong, sementara pemerintah daerah dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura masih mematangkan pembagian agenda seremonial dan ritual adat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Heriansyah, mengatakan panitia telah dua kali menggelar rapat persiapan. Disdikbud akan mengoordinasikan kegiatan seremonial dan pertunjukan umum, sedangkan rangkaian ritual sakral menjadi tanggung jawab Kesultanan.

“Kami sudah dua kali melaksanakan rapat persiapan. Nantinya kepanitiaan secara seremonial dimotori oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan rangkaian yang bersifat sakral menjadi tanggung jawab Kesultanan,” kata Heriansyah, Senin (27/7/2026).

Menurut dia, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura telah menetapkan “Raja Menjamu Rakyatnya” sebagai tema Erau tahun ini. Peluncuran rangkaian kegiatan direncanakan pada awal Agustus 2026.

Heriansyah menyebut tiga kawasan yang disiapkan sebagai pusat kegiatan, yakni Stadion Rondong Demang beserta area parkirnya, kawasan Museum Mulawarman, serta Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Stadion Rondong Demang dan area parkir akan digunakan untuk kegiatan seremonial serta pertunjukan umum. Sementara itu, Museum Mulawarman dan Kedaton menjadi bagian penting dalam pelaksanaan rangkaian tradisi Kesultanan.

Selain menyajikan pertunjukan seni dan budaya, Erau 2026 diarahkan menjadi sarana pendidikan budaya bagi generasi muda. Sekolah-sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP, akan dilibatkan dalam rangkaian kegiatan sebagai bagian dari pembelajaran muatan lokal. Peserta didik PAUD akan dilibatkan pada agenda tertentu.

“Kami juga akan melibatkan anak-anak sekolah agar kegiatan ini menjadi sarana edukasi. Mereka diharapkan mengenal adat istiadat dan budaya Kutai,” ujar Heriansyah.

Namun, jumlah sekolah dan pelajar yang dilibatkan, bentuk kegiatan pembelajaran, serta jadwal keikutsertaan mereka belum diperinci.

Heriansyah juga menyebut Pemerintah Kabupaten Kukar menyiapkan hibah sekitar Rp15 miliar. Dana tersebut bukan hanya untuk penyelenggaraan Erau, tetapi juga mencakup operasional Kesultanan dan pemeliharaan Kedaton.

“Nilai hibahnya sekitar Rp15 miliar. Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hanya mekanismenya yang berubah,” katanya.

Menurut Heriansyah, pada tahun sebelumnya hibah kepada Kesultanan dan anggaran kegiatan di Disdikbud dikelola secara terpisah. Tahun ini, dana tersebut disalurkan melalui skema hibah kepada Kesultanan sebagai bagian dari penyesuaian anggaran di Disdikbud.

Heriansyah belum memerinci pembagian Rp15 miliar tersebut untuk penyelenggaraan Erau, operasional Kesultanan, dan pemeliharaan Kedaton. Ia mengatakan pelaksanaan festival juga akan melibatkan dukungan pemangku kepentingan lain, tetapi pihak dan nilai kontribusinya belum disebutkan.

Erau Adat Kutai telah masuk dalam Karisma Event Nusantara 2026. Laman resmi Kementerian Pariwisata saat ini mencantumkan pelaksanaan Erau di Tenggarong pada 21–29 September 2026.

Pemkab Kukar juga berencana melakukan audiensi dengan Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pariwisata. Langkah tersebut ditujukan untuk memperoleh dukungan bagi penyelenggaraan Erau setelah festival itu masuk kalender acara nasional. (rry)

Iklan sisikota.com

Tags:

Erau