Fasilitas Radioterapi RSUD AM Parikesit Diuji BAPETEN untuk Pemanfaatan Tenaga Nuklir

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Tim verifikator Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) meninjau kesiapan fasilitas radioterapi di Instalasi Onkologi Terpadu RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong, Kamis (6/11/2025). (Istimewa)


Tenggarong Seberang, SISIKOTA.COM – Di sebuah ruangan berwarna terang di RSUD Aji Muhammad Parikesit, beberapa orang berseragam batik berdiri melingkar di sekitar mesin besar berlogo Elekta. Suara alat kalibrasi terdengar halus di latar, sementara seorang petugas menjelaskan fungsi panel dan sistem keamanan radiasi. Hari itu, rumah sakit rujukan Kutai Kartanegara ini tengah menjalani proses penting—verifikasi lapangan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).

Selama tiga hari, mulai 4 November 2025, lima orang tim verifikator dari BAPETEN dipimpin Ahmad Maulana, S.Si., M.Si., hadir untuk memastikan kesiapan fasilitas radioterapi di Instalasi Onkologi Terpadu. Uji lapangan dilakukan menyeluruh: mulai dari bangunan, sistem keamanan radiasi, hingga kualifikasi tenaga medis.

“Rencananya, pelayanan radioterapi akan beroperasi tahun ini,” ujar Direktur RSUD AM Parikesit, dr. Martina Yulianti, Sp.PD., FINASIM., M.Kes. Ia menegaskan, seluruh sumber daya manusia sudah siap, termasuk dokter bedah onkologi dan hematologi onkologi. Bahkan, satu dokter khusus radiologi onkologi telah disiapkan setelah menjalani pendidikan lanjutan.

Radioterapi merupakan metode pengobatan kanker menggunakan teknologi nuklir. Karena melibatkan sumber radiasi tinggi, setiap unit harus melalui izin pemanfaatan dari BAPETEN. Lembaga ini memastikan semua aspek keselamatan terpenuhi, baik secara teknis maupun operasional.

“Verifikasi ini dilakukan agar izin pemanfaatan radiasi bisa diberikan. Kami memastikan semua sistem proteksi berjalan sesuai standar keselamatan,” kata Ahmad Maulana.

Proses verifikasi menjadi langkah akhir sebelum RSUD AM Parikesit resmi melayani pasien kanker dengan fasilitas radioterapi. Selama ini, pasien di Kutai Kartanegara harus dirujuk ke Samarinda atau Balikpapan untuk mendapatkan terapi serupa.

“Harapan kami, RSUD AM Parikesit bisa berkembang menjadi cancer center di wilayah ini,” ucap dr. Martina.

Mesin radioterapi di ruangan itu kembali diuji. Cahaya indikator menyala pelan, menandakan sistem siap dikalibrasi. Di luar ruangan, para teknisi mencatat hasil uji di lembar pengawasan. Semua berjalan sesuai protokol—satu langkah lagi sebelum layanan baru ini benar-benar beroperasi. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

rsud am parikesit