Kategory
Info Daerah,
16-06-2025 21:24:25
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar Arianto bersama peserta Festival Nasi Bekepor ke-6 di halaman Kampus Unikarta, Tenggarong, Senin (16/6/2025). (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Asap tipis dari kayu bakar mulai memenuhi udara pagi di halaman Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Di antara kepulan itu, terdengar riuh tawa dan suara panci beradu, menandai dimulainya Festival Nasi Bekepor ke-6, Senin (16/6/2025). Kegiatan tahunan ini digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unikarta sebagai bagian dari perayaan Dies Natalis kampus yang ke-41.
Festival dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara, Arianto. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi mahasiswa dalam melestarikan budaya lokal. “Kami melihat peran mahasiswa sangat strategis dalam menjaga budaya. Festival ini menjadi contoh nyata bagaimana budaya diwariskan dengan cara yang kreatif dan mendidik,” ujarnya.
Arianto menyoroti filosofi nasi bekepor—nasi yang dimasak bersama dan disajikan di atas pelepah pisang—sebagai simbol kebersamaan masyarakat Kutai. “Satu periuk, satu rasa, satu tujuan,” katanya. Filosofi itu, lanjutnya, adalah cerminan nilai gotong royong yang layak terus dihidupkan di tengah arus modernisasi.
Sebanyak 23 tim dari berbagai daerah, mulai dari Tenggarong, Kota Bangun, hingga Samarinda, ikut ambil bagian. Mereka membawa periuk, kayu bakar, dan resep khas masing-masing. Proses memasak tradisional ini bukan hanya lomba, tetapi juga tontonan edukatif bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat tradisi kuliner Kutai.
Dinas Pariwisata Kukar berkomitmen mendorong kolaborasi lintas institusi untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya. Arianto menegaskan, pelestarian tradisi seperti nasi bekepor akan menjadi penopang perkembangan pariwisata daerah. “Kalau budaya kita hidup, maka ekonomi kreatif dan pariwisata Kukar akan ikut tumbuh,” ucapnya.
Rencananya, festival tahun depan akan diperluas dengan melibatkan pelajar tingkat SMP dan SMA. “Kami ingin nilai-nilai budaya ini tertanam sejak dini,” tutup Arianto. (nur/adv)
Tags:
dinas pariwisata kukar
Dispar Kukar
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu