Festival Sri Muntai Disiapkan Juli, UMKM Lokal Jadi Prioritas

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo. (harry/sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara menyiapkan Festival Sri Muntai yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026. Selain menampilkan seni dan budaya daerah, festival tersebut akan melibatkan pelaku UMKM lokal serta masih menyesuaikan teknis kegiatan dengan kemampuan anggaran daerah.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengatakan Festival Sri Muntai tetap menjadi salah satu agenda yang dipersiapkan pemerintah daerah. Menurutnya, kegiatan itu memiliki nilai penting karena berkaitan dengan pelestarian budaya dan potensi Muara Muntai.

“Kegiatan ini pada prinsipnya harus tetap diadakan. Selain menjadi bagian dari program pemerintah daerah, Muara Muntai juga memiliki nilai historis tersendiri,” ujar Puji saat ditemui di Kantor Disdikbud Kukar, Senin, 15 Juni 2026.

Puji menjelaskan, Disdikbud Kukar mulai mendata pelaku seni lokal yang akan dilibatkan dalam festival. Namun, susunan teknis kegiatan belum dapat disampaikan secara rinci karena masih disesuaikan dengan kondisi anggaran.

“Pelaku seni lokal yang akan terlibat sebenarnya sudah mulai didata. Namun saat ini kami belum bisa menyampaikan secara rinci karena masih menyesuaikan dengan kondisi anggaran,” katanya.

Festival Sri Muntai direncanakan berlangsung sekitar lima hari. Kegiatan itu akan menampilkan pertunjukan seni dan budaya khas daerah. Disdikbud Kukar juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk melibatkan kelompok seni dari desa-desa di Kecamatan Muara Muntai.

Selain pertunjukan seni, festival tersebut juga disiapkan sebagai ruang bagi pelaku usaha lokal. Disdikbud Kukar berencana memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menjual produk dan kuliner khas daerah selama kegiatan berlangsung.

“Kegiatan ini direncanakan berlangsung sekitar lima hari. Selama pelaksanaan, masyarakat dapat berjualan, berniaga, serta menampilkan produk-produk khas tradisional yang mereka miliki,” ujar Puji.

Menurut Puji, UMKM lokal akan menjadi prioritas agar masyarakat sekitar dapat ikut merasakan manfaat ekonomi dari pelaksanaan festival.

“UMKM lokal akan menjadi prioritas utama untuk dilibatkan dalam kegiatan ini. Kami ingin masyarakat setempat mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung dari pelaksanaan festival,” katanya.

Disdikbud Kukar juga membuka peluang kolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga untuk menghadirkan olahraga tradisional dalam rangkaian Festival Sri Muntai. Puji mengatakan, meski pembinaan olahraga tradisional berada di bawah kewenangan Dispora, unsur tersebut tetap berkaitan dengan pelestarian budaya daerah.

“Setiap kegiatan seni dan budaya yang ditampilkan di Kutai Kartanegara pada prinsipnya selalu kami upayakan berkolaborasi dengan olahraga tradisional. Kalau keduanya dapat diselenggarakan bersamaan, tentu akan semakin meramaikan kegiatan,” ujarnya.

Festival Sri Muntai saat ini dijadwalkan berlangsung pada minggu kedua atau pertengahan Juli 2026. Kepastian waktu pelaksanaan akan diumumkan setelah kesiapan anggaran, teknis kegiatan, dan unsur pendukung lainnya rampung.

Disdikbud Kukar berharap festival ini dapat menjadi ruang bagi seniman, kelompok budaya, pelaku olahraga tradisional, dan UMKM lokal untuk terlibat dalam kegiatan budaya di Muara Muntai. (rry)

Iklan sisikota.com

Tags:

sri muntai