Kategory
Info Daerah,
10-07-2025 22:22:04
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno (kanan), bersama panitia melepas balon sebagai simbol dimulainya Gala Siswa Indonesia (GSI) 2025 tingkat SMP se-Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Kamis (10/7/2025). (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong Seberang, SISIKOTA.COM - Langit pagi di atas Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, tampak dipenuhi balon merah yang terbang tinggi—pertanda semangat muda sedang dibakar. Di bawahnya, siswa-siswa SMP dari 10 kecamatan bersiap bertanding dalam Gala Siswa Indonesia (GSI) 2025. Bukan sekadar turnamen sepak bola, GSI menjadi medan awal bagi talenta muda Kukar menuju level yang lebih tinggi.
GSI 2025 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara resmi dibuka pada Kamis, 10 Juli 2025, di Stadion Aji Imbut. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar untuk menghidupkan kembali semangat pembinaan olahraga di kalangan pelajar, khususnya pada jenjang sekolah menengah pertama.
Pelaksana Tugas Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno, menyampaikan bahwa GSI bukan hanya sekadar ajang kompetisi. Lebih dari itu, ia merupakan sarana strategis dalam menjaring bibit unggul sepak bola yang kelak diharapkan mampu bersaing hingga tingkat nasional. “Dari sini, kami berharap bisa menemukan talenta-talenta muda yang bisa mewakili Kukar,” ucapnya.
Tahun ini, GSI Kukar diikuti oleh tim kesebelasan dari 10 kecamatan. Meski jumlah ini belum mewakili seluruh wilayah administratif Kukar, Joko melihatnya sebagai langkah awal yang menjanjikan. Ia optimistis bahwa partisipasi akan meningkat pada penyelenggaraan tahun-tahun berikutnya.
Pertandingan akan menggunakan sistem gugur, menyesuaikan jumlah tim dan efisiensi waktu. Namun di balik persaingan antartim, GSI juga berperan penting dalam proses seleksi pemain terbaik. Selama turnamen berlangsung, tim teknis akan melakukan evaluasi terhadap performa individu—mulai dari penjaga gawang hingga striker.
“Dari hasil turnamen ini, kami akan bentuk tim gabungan untuk mewakili Kukar di tingkat provinsi. Semua penilaian akan berdasarkan aspek teknis,” jelas Joko.
Ia menambahkan bahwa pembentukan karakter menjadi nilai utama dalam kegiatan ini. Sportivitas, kerja sama tim, dan semangat pantang menyerah menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan karakter yang dibawa oleh GSI. “Kami ingin anak-anak belajar bahwa proses jauh lebih penting daripada sekadar hasil,” tandasnya. (rb/adv)
Tags:
Disdikbud Kukar
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu