Kategory
Info Daerah,
04-06-2026 20:43:21
Ketua panitia pelaksana Training nasional LK 2 dan Senior Course HmI Cabang Kukar, Muhammad Ibnu Ridho. (Harry/sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutai Kartanegara menempatkan Training Nasional Latihan Kader II (LK II) dan Senior Course bukan sekadar agenda kaderisasi. Kegiatan ini juga disiapkan sebagai ruang untuk memperkuat tradisi intelektual, budaya diskusi, dan posisi HMI dalam membaca isu-isu sosial maupun pemerintahan.
Persiapan kegiatan tersebut kini disebut telah mencapai 80 hingga 90 persen. Sejumlah tahapan teknis mulai dijalankan, termasuk proses screening peserta yang berlangsung di Sekretariat HMI Cabang Kutai Kartanegara.
Ketua panitia pelaksana, Muhammad Ibnu Ridho, mengatakan screening dilakukan untuk memastikan peserta yang mengikuti training nasional benar-benar siap menjalani seluruh proses kaderisasi.
“Persiapan Training Nasional LK II dan Senior Course saat ini sudah mencapai sekitar 80 sampai 90 persen,” ujar Ridho saat diwawancarai, Rabu (3/6/2026).
Menurut Ridho, proses seleksi peserta menjadi bagian penting dalam pelaksanaan training. Peserta yang lolos nantinya akan mengikuti rangkaian pembelajaran, diskusi, dan pendalaman materi sesuai jenjang kaderisasi HMI.
“Screening ini bertujuan untuk menyaring kembali peserta yang akan mengikuti training nasional tersebut,” katanya.
Ridho menjelaskan, tradisi intelektual dan budaya diskusi tetap menjadi ciri utama dalam proses kaderisasi HMI. Karena itu, pelaksanaan LK II dan Senior Course akan banyak diisi dengan forum dialog dan diskusi intensif bersama para pemateri.
“HMI sangat kental dengan tradisi diskusi dan tradisi intelektual. Karena itu, kebiasaan berdialog dan berdiskusi tetap menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi,” jelasnya.
Untuk memperkuat forum tersebut, panitia menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai narasumber. Di antaranya Arief Rosyid, Andi Buana Raja, Bahtra Banong, anggota Komisi II DPR RI Syekha Songge, serta Tim Master dari HMI Cabang Pontianak, Yunda Indah Alawiyah.
Ridho menyebut para pemateri yang dihadirkan dipilih berdasarkan kapasitas dan kompetensi masing-masing. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberi perspektif lebih luas kepada peserta.
“Narasumber yang dihadirkan bukan narasumber sembarangan, tetapi mereka yang memiliki kompetensi dan kapasitas sesuai bidangnya,” ujarnya.
Metode kaderisasi dalam training kali ini akan menggabungkan sistem karantina dan diskusi. Menurut Ridho, pola tersebut dipilih agar interaksi antara peserta dan narasumber dapat berjalan lebih intensif.
“Khusus pada Training Nasional kali ini, metode yang digunakan adalah metodologi karantina dan metodologi diskusi,” katanya.
Ridho menilai LK II menjadi salah satu tahapan penting dalam pembentukan kader HMI. Pada jenjang ini, peserta tidak hanya menerima materi organisasi, tetapi juga diarahkan untuk membentuk pola pikir, karakter, dan kepemimpinan.
“Output yang diharapkan setelah mengikuti training ini adalah adanya perubahan yang lebih baik, baik dari sisi perilaku maupun pemikiran peserta,” jelasnya.
Di tengah persiapan kegiatan tersebut, Ridho juga menegaskan posisi HMI dalam hubungan dengan pemerintah. Menurutnya, HMI dapat mengambil peran sebagai mitra strategis dan ruang kolaborasi, tanpa meninggalkan fungsi kritis sebagai organisasi kader.
“Kita harus bisa membedakan antara kritik dan ruang kolaborasi. Hari ini HMI merupakan mitra strategis sekaligus mitra kolaborasi pemerintah,” ujarnya.
Pelaksanaan Training Nasional LK II dan Senior Course ini turut mendapat dukungan dari keluarga besar Korps Alumni HMI (KAHMI). Dukungan tersebut antara lain datang dari Koordinator MD KAHMI Kutai Kartanegara yang juga Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, serta Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani.
Dengan persiapan yang hampir rampung, HMI Cabang Kutai Kartanegara menempatkan training nasional ini sebagai agenda kaderisasi yang tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga pada penguatan tradisi berpikir, berdiskusi, dan membentuk kader yang mampu membaca perubahan sosial secara kritis. (rry)
Tags:
HMI Kukar
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu