Kategory
Info Daerah,
28-09-2026 15:17:25
Suasana Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara dalam rangka Hari Jadi ke-244 Tenggarong, Senin (28/9/2026). (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mendorong pelayanan pemerintahan menjadi lebih humanis, adaptif, dan mudah bagi masyarakat. Arah tersebut disampaikannya dalam momentum Hari Jadi ke-244 Tenggarong, Senin (28/9/2026).
Menurut Aulia, pemerintah perlu terus mempermudah setiap proses pelayanan agar kehadirannya dapat dirasakan masyarakat. Pernyataan itu masih berupa harapan mengenai arah pelayanan pemerintahan ke depan.
“Harapan kita ke depan, pelayanan pemerintahan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara itu lebih humanis lagi, lebih adaptif dengan kebutuhan masyarakat, selalu berusaha untuk mempermudah setiap proses layanan kepada masyarakat, sehingga masyarakat selalu merasa bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujar Aulia di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar.
Aulia menegaskan pemerintah berkedudukan sebagai pelayan masyarakat. Karena itu, Hari Jadi Tenggarong dinilainya perlu menjadi momentum untuk memperbaiki cara pemerintah melayani warga.
“Kita ini adalah pelayan masyarakat, kita ini adalah pelayan rakyat. Wajah inilah yang ingin kita persembahkan, ingin kita perlihatkan dalam memaknai ulang tahun atau Hari Jadi Tenggarong yang ke-244 ini,” katanya.
Dorongan tersebut dikaitkan Aulia dengan nilai “Raja Menjamu Rakyatnya” yang diusung dalam Erau Adat Kutai 2026. Ia memaknai nilai itu sebagai keteladanan bagi pemerintah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam melayani masyarakat.
“Makna dari Raja Menjamu Rakyatnya adalah makna paling dalam, yaitu makna pelayanan. Bagaimana Yang Mulia Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memberikan keteladanan kepada kami semua, para pelayan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara beserta Forkopimda, bagaimana kita harus bersikap terhadap masyarakat, terhadap rakyat,” jelasnya.
Hari Jadi ke-244 Tenggarong diperingati melalui rapat paripurna istimewa DPRD Kukar. Aulia mengatakan peringatan tersebut dilaksanakan setiap 28 September.
Menurut Aulia, hari jadi itu berkaitan dengan sejarah pemindahan pusat pemerintahan dari Pemarangan ke Tepian Pandan, yang kemudian disebut Tangga Arung dan kini dikenal sebagai Tenggarong.
“Kalau kita flashback ke belakang, hari jadi ini bertepatan dengan prosesi pemindahan ibu kota pemerintahan dari Pemarangan ke Tepian Pandan, yang selanjutnya disebut Tangga Arung dan hari ini kita kenal sebagai Tenggarong,” ujarnya.
Ia juga menyebut Hari Jadi Tenggarong dan Erau Adat Kutai mempunyai hubungan yang erat. Rangkaian sakral Erau 2026 ditutup dengan prosesi penurunan Pinang Ayu sebelum pelaksanaan paripurna istimewa.
Selain pelayanan publik, Aulia mengajak generasi muda memahami perjalanan sejarah Tenggarong dan ikut mengambil peran dalam pembangunan daerah.
“Generasi muda harus semangat dalam membangun daerah kita tercinta, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kita tidak boleh bermalas-malasan,” tegasnya.
Menurut Aulia, pemuda Kukar memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi. Ia berharap semangat pembangunan tetap berjalan dengan menjadikan kebudayaan dan tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai bagian dari perjalanan daerah. (rry/bby/adv)
Tags:
kecamatan tenggarong
Tenggarong
19 jam yang lalu
19 jam yang lalu
22 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu