Kategory
Info Daerah,
09-01-2026 10:33:40
Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin (tengah) meninjau kesiapan mesin pompa sistem hydrant kering di kawasan permukiman padat Jalan Maduningrat, Tenggarong, Rabu (7/1/2026). (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Kepadatan permukiman dan keterbatasan akses air masih menjadi tantangan utama dalam penanganan kebakaran di kawasan perkotaan Kutai Kartanegara. Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah daerah mulai memperkenalkan sistem hydrant kering sebagai alternatif penanganan kebakaran di wilayah padat penduduk.
Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin meninjau langsung kesiapan sistem hydrant kering di kawasan Jalan Maduningrat, Tenggarong, Rabu (7/1/2026). Peninjauan dilakukan bersama Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar Fida Hurasani serta Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar M. Aidil.
Peninjauan diawali dari titik sumber air di Sungai Tenggarong, Jalan Kartini, termasuk lokasi penempatan pompa. Rombongan kemudian menuju salah satu titik hydrant di Jalan Maduningrat, dekat Tangga Arung Square, untuk melihat langsung kekuatan debit air yang dihasilkan.
Rendi Solihin menjelaskan, sistem hydrant kering dinilai lebih aman dibandingkan hydrant konvensional yang mengandalkan tekanan air PDAM. Menurutnya, penggunaan hydrant konvensional dalam kondisi darurat berisiko merusak jaringan pipa rumah warga, terutama di kawasan permukiman padat.
“Hydrant kering ini menjadi solusi untuk kawasan padat penduduk dan kampung kumuh yang memiliki akses terbatas bagi mobil pemadam kebakaran. Sistem ini memanfaatkan sumber air alami seperti sungai dengan bantuan mesin pompa,” ujarnya.
Ia menyebutkan, penerapan hydrant kering di Kukar masih bersifat proyek percontohan yang digagas Damkarmatan Kukar. Sejumlah kota besar di Indonesia telah lebih dulu menggunakan sistem serupa, dan Kukar mulai mengadopsinya secara bertahap sesuai kemampuan daerah.
Saat ini, Damkarmatan Kukar memiliki empat unit mesin hydrant kering. Namun, pengembangan jaringan pipa pendukung masih menjadi tantangan karena membutuhkan anggaran yang cukup besar. Oleh karena itu, pemasangan hydrant kering akan diprioritaskan di kawasan padat penduduk dan wilayah rawan kebakaran.
Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat lebih dari 30 titik kampung kumuh yang tersebar di 20 kecamatan di Kutai Kartanegara. Ke depan, sistem hydrant kering ditargetkan dapat diperluas untuk mempercepat respons penanganan kebakaran dan meminimalkan risiko kerugian di wilayah permukiman padat. (*)
Tags:
Rendi Solihin
Wakil Bupati Kukar
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu